Hubungan Prevalensi Rinitis Alergi Terhadap Asma Bronkial Di Poli Tht Rsi Unisma Malang Periode Juli 2019-Juli 2024
Abstract
Pendahuluan: Angka prevalensi rinitis alergi di Indonesia cukup tinggi mencapai 1,5- 12,4% dan diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan rekap data rekam medis poliklinik THT Rumah Sakit Islam UNISMA periode Juli 2019 hingga Juli 2024 didapatkan sebanyak 1.033 kasus rinitis alergi. Mekanisme terjadinya rinitis alergi dan asma bronkial disebabkan adanya reaksi hipersensitivitas tipe I yang diperantarai oleh Imunoglobulin E. Penelitian mengenai hubungan rinitis alergi dengan asma bronkial di kota Malang masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat hubungan prevalensi rinitis alergi terhadap asma bronkial pada pasien poliklinik THT Rumah Sakit Islam UNISMA Malang, menyediakan referensi data untuk meningkatkan layanan kesehatan dan perencanaan preventif dan rehabilitatif oleh para profesional kesehatan di masa depan.
Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode pengambilan purposive sampling dan sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, dengan sampel sebanyak 100 pasien rinitis alergi dan 100 pasien non-rinitis alergi. Data diambil melalui rekam medis pasien poliklinik THT Rumah Sakit Islam UNISMA Malang periode Juli 2019-Juli 2024, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman dengan nilai p<0.005 dianggap signifikan.
Hasil: Dari seluruh sampel pasien rinitis alergi sebanyak 76,5% mengalami asma bronkial, sedangkan pada semua sampel pasien non-rinitis alergi hanya 8% yang mengalami asma bronkial. Rinitis alergi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan terhadap asma dengan, nilai p = 0.001 (p<0005).
Kesimpulan: Prevalensi rinitis alergi dengan asma bronkial sebesar 76,5% dan keduanya memiliki korelasi yang signifikan.
Kata Kunci: Rinitis Alergi, Asma Bronkial, THT, Rekam Medis.
