Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Wordwall untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa Kelas VII pada Materi Bilangan
Abstract
Literasi dan numerasi merupakan kemampuan dasar dan harus dikuasai dalam sebuah pembelajaran matematika. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya literasi dan numerasi peserta didik kelas VII MTs Hasyim Asy’ari, dibuktikan dengan diberikannya soal pre test yang menunjukkan 85% peserta didik belum mampu menyelesaikan soal tersebut. Sehingga diperlukan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Wordwall. Peneliti melakukan penelitian dengan tujuan yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan model Problem based learning berbantuan Wordwall dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswa pada materi bilangan kelas VII siswa MTs Hasyim Asy’ari, (2) mendeskripsikan pendekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-G MTs Hasyim Asy’ari Batu dengan jumlah 26 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data menggunakan lembar observasi kegiatan pendidik dan peserta didik, soal tes, wawancara, dan catatan lapangan. Tahap analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) penerapan model Problem Based Learning berbantuan Wordwall dapat meningkatkan literasi dan numerasi pada materi bilangan kelas VII MTs Hasyim Asy’ari Batu, dengan langkah pembelajaran sebagai berikut: a) Kegiatan Pendahuluan, salam dan menyapa peserta didik kemudian memberikan informasi terkait pembelajaran yang akan dilaksanakan, b) Kegiatan inti, pada tahap ini guru memberikan pertanyaan pemantik serta mengorientasi peserta didik terhadap masalah sehari-hari, guru mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, guru membimbing penyelidikan peserta didik untuk belajar, guru membimbing penyelidikan peserta didik baik individu maupun kelompok, dan mengarahkan peserta didik untuk bermain kuis dengan Wordwall, peserta didik menyajikan hasil karya, kemudian guru mengevaluasi proses pembelajaran, c) Kegiatan Penutup, pada tahap ini guru Bersama peserta didik bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 2) Terdapat hasil peningkatan literasi dan numerasi melalui model Problem Based Learning berbantuan Wordwall pada materi bilangan kelas VII-G MTs Hasyim Asy’ari Batu terlihat pada (a) Hasil peningkatan observasi kegiatan guru siklus I mencapai 84,9% dengan kriteria “baik”. Pada siklus II terdapat peningkatan menjadi 91,4% dengan kriteria “sangat baik”, (b) Hasil observasi kegiatan peserta didik pada siklus I mencapai 85,6% dengan kriteria “baik”. Pada siklus II terdapat peningkatan menjadi 91,4% dengan kriteria “sangat baik”, (c) Tes akhir pada siklus I diperoleh rata-rata 48,5 dengan persentase ketuntasan 15,3%. Pada siklus II diperoleh rata-rata 79,6 dengan persentase ketuntasan 76,9%, (d) wawancara pada siklus I diperoleh 2 dari 6 siswa memberikan respon positif dengan penerapan model Problem Based Learning berbantuan Wordwall dengan persentase 33,33%. Pada siklus II terdapat peningkatan 5 dari 6 siswa memberikan respon positif pada penerapan model Problem Based Learning berbantuan Wordwall dengan persentase 83,33%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan Wordwall dapat meningkatkan literasi dan numerasi matematika siswa kelas VII MTs Hasyim Asy’ari Kota Batu pada materi bilangan bulat.
