Pengaruh Variasi Pelarut Ekstrak Kayu Siwak (Salvadora Persica) Terhadap Daya Hambat Staphylococcus Aureus Dan Escherichia coli
Abstract
Faa'iz Mu'aafii Hibatullah. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Juni 2025. Pengaruh Variasi Pelarut Ekstrak Kayu Siwak (Salvadora persica) Terhadap Daya Hambat Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pembimbing 1: Rio Risandiansyah, Pembimbing 2: Citra Destya Rahma Putri.
Pendahuluan: Infeksi yang disebabkan oleh patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Kayu Siwak (Salvadora persica) telah digunakan secara tradisional sebagai pembersih gigi, namun efeknya terhadap berbagai bakteri memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antibakteri kayu siwak yang diekstrak menggunakan berbagai pelarut (etil asetat, n-butanol, dan metanol) melalui teknik ekstraksi maserasi.
Metode: Penelitian eksperimental in vitro ini untuk mengevaluasi potensi antibakteri ekstrak etil asetat, n-butanol, dan metanol dari kayu siwak (Salvadora persica) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstrak, yang disiapkan pada konsentrasi 500 mg/ml menggunakan metode maserasi kinetik, dievaluasi berdasarkan zona hambat yang dihasilkan melalui metode difusi cakram Kirby-Bauer. Analisis statistik melibatkan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan keseluruhan zona hambat, dilanjutkan dengan analisis post-hoc dan komparasi pairwise Wilcoxon test. Perbedaan zona hambat antara kedua spesies bakteri dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney.
Hasil: Zona hambatan ekstrak kayu siwak (Salvadora persica) pada Staphylococcus aureus dengan pelarut etil asetat adalah 11,85±0,92 mm ; n-butanol 9,07±1,07 mm; dan metanol 7,98±1,15 mm . Untuk Escherichia coli, hasilnya adalah 9,11±0,81 mm dengan etil asetat; 0,00±0,00 mm dengan n-butanol; dan 3,89±3,70 mm dengan metanol.
Kesimpulan: Ekstrak kayu siwak (Salvadora persica) dengan pelarut etil asetat menunjukan zona hambat tertinggi pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Kata kunci: antibakteri; etil asetat; metanol; n-butanol; Salvadora persica
