Show simple item record

dc.contributor.authorHibatullah, Faa’iz Mu’aafii
dc.date.accessioned2026-01-29T03:25:02Z
dc.date.available2026-01-29T03:25:02Z
dc.date.issued2025-07-25
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12898
dc.description.abstractFaa'iz Mu'aafii Hibatullah. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Juni 2025. Pengaruh Variasi Pelarut Ekstrak Kayu Siwak (Salvadora persica) Terhadap Daya Hambat Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pembimbing 1: Rio Risandiansyah, Pembimbing 2: Citra Destya Rahma Putri. Pendahuluan: Infeksi yang disebabkan oleh patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Kayu Siwak (Salvadora persica) telah digunakan secara tradisional sebagai pembersih gigi, namun efeknya terhadap berbagai bakteri memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antibakteri kayu siwak yang diekstrak menggunakan berbagai pelarut (etil asetat, n-butanol, dan metanol) melalui teknik ekstraksi maserasi. Metode: Penelitian eksperimental in vitro ini untuk mengevaluasi potensi antibakteri ekstrak etil asetat, n-butanol, dan metanol dari kayu siwak (Salvadora persica) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstrak, yang disiapkan pada konsentrasi 500 mg/ml menggunakan metode maserasi kinetik, dievaluasi berdasarkan zona hambat yang dihasilkan melalui metode difusi cakram Kirby-Bauer. Analisis statistik melibatkan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan keseluruhan zona hambat, dilanjutkan dengan analisis post-hoc dan komparasi pairwise Wilcoxon test. Perbedaan zona hambat antara kedua spesies bakteri dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Zona hambatan ekstrak kayu siwak (Salvadora persica) pada Staphylococcus aureus dengan pelarut etil asetat adalah 11,85±0,92 mm ; n-butanol 9,07±1,07 mm; dan metanol 7,98±1,15 mm . Untuk Escherichia coli, hasilnya adalah 9,11±0,81 mm dengan etil asetat; 0,00±0,00 mm dengan n-butanol; dan 3,89±3,70 mm dengan metanol. Kesimpulan: Ekstrak kayu siwak (Salvadora persica) dengan pelarut etil asetat menunjukan zona hambat tertinggi pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kata kunci: antibakteri; etil asetat; metanol; n-butanol; Salvadora persicaen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectantibakterien_US
dc.subjectetil asetaten_US
dc.subjectmetanolen_US
dc.subjectn-butanolen_US
dc.subjectSalvadora persicaen_US
dc.titlePengaruh Variasi Pelarut Ekstrak Kayu Siwak (Salvadora Persica) Terhadap Daya Hambat Staphylococcus Aureus Dan Escherichia colien_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang