Pengaruh Motivasi Belajar dan Resiliensi Matematis terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Materi Perbandingan Kelas VII MTsN Kota Batu
Abstract
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikuasai oleh peserta didik dalam pembelajaran matematika. Di antara berbagai faktor yang diduga memengaruhi hasil belajar matematika, motivasi belajar dan resiliensi matematis menjadi dua aspek yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan prestasi peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan resiliensi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi perbandingan di MTsN Kota Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas VII MTsN Kota Batu, sedangkan sampel terdiri atas 88 peserta didik dari tiga kelas yang dipilih dengan metode cluster random sampling.
Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner dan tes. Kuesioner terdiri dari dua variabel yang diamati, yaitu kuesioner motivasi belajar dan kuesioner resiliensi matematis, sementara instrumen tes berupa soal uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Sebelum digunakan, kuesioner diuji validitas butir dan reliabilitasnya, sedangkan tes dianalisis menggunakan validitas isi. Data kuesioner yang semula berskala ordinal diubah menjadi skala interval dengan teknik Method of Successive Interval (MSI). Setelah itu dilakukan uji normalitas sebagai prasyarat analisis statistik parametrik. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik, dengan prosentase besar pengaruh sebesar 36,8%. Resiliensi matematis juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, dengan prosentase besar pengaruh sebesar 35,4%. Secara simultan, motivasi belajar dan resiliensi matematis memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan prosentase besar pengaruh sebesar 41,4%.
