Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Quizizz terhadap Kemampuan Penalaran dan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik pada Materi Peluang Kelas X SMAS Al Izzah Batu
Abstract
Kemampuan penalaran dan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik yang dapat menyelesaikan soal matematika dengan baik dan benar namun kebingungan dalam mengimplementasikan ke dalam soal. Peserta didik dapat mengerjakan soal kemampuan penalaran dan berpikir kritis namun kurang bisa dalam menuliskan penyelesaiannya secara runtut. Faktor yang mempengaruhi kemampuan penalaran dan berpikir kritis matematis ini adalah model pembelajaran yang mendorong keterlibatan dan pemahaman peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan penalaran matematis peserta didik, mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik, mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis setelah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah, dan mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis setelah menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMAS Al-Izzah Batu. Penelitian ini mengukur kemampuan penalaran dan berpikir kritis matematis peserta didik pada materi peluang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis true experimental design, dengan populasi penelitian adalah semua peserta didik kelas X SMAS Al-Izzah Batu yang terdiri dari 169 peserta didik. Penelitian ini menggunakan 52 peserta didik sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dengan teknik acak sehingga terpilih kelas X-M dan X-N. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah tes yaitu pretest dan posttest. Pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan penalaran dan berpikir kritis peserta didik sebelum diberi perlakuan. Sedangkan posttest digunakan untuk mengetahui kemampuan penalaran dan berpikir kritis peserta didik setelah diberi perlakuan atau treatment. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik parametrik yakni, uji independent sample t-test (2 pihak) dan uji t (1 pihak).
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan quizizz terhadap kemampuan penalaran matematis peserta didik pada materi peluang kelas X, ditunjukkan dengan Sig = 0,000 < 0,05 dan nilai rata-rata ± SD posttest kelas kontrol adalah 68,85 ± 14,513 dan nilai rata rata ± SD postttest kelas eksperimen adalah 81,35 ± 8,433, (2) terdapat pengaruh dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan quizizz terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik pada materi peluang kelas X, ditunjukkan dengan Sig. = 0,000 < 0,05 dan nilai rata-rata ± SD posttest kelas kontrol adalah adalah 67,69 ± 12,428 dan nilai rata-rata ± SD posttest kelas eksperimen adalah 83,27 ± 9,049, (3) terdapat peningkatan kemampuan penalaran matematis setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan quizizz, ditunjukkan dengan nilai rata-rata ± SD pretest adalah 56,346 ± 12,374, posttest 81,346 ± 8,433, dan nilai t hitung 27,964 > t tabel 1,648, (4) terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan quizizz, ditunjukkan dengan nilai rata-rata ± SD pretest adalah 64,423 ± 12,909, posttest 84,038 ± 8,72, dan nilai t hitung 24,186 > t tabel 1,648.
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan, disarankan bagi sekolah sebagai inovasi bagi setiap komponen pendidikan untuk memberikan pembelajaran matematika yang kreatif dan kompetitif, bagi guru dapat memperbaiki kinerja untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika agar tercipta pembelajaran yang efektif, bagi peserta didik agar mandiri, kreatif, dan mempunyai rasa ingin tau yang tinggi karena bisa berperan aktif di dalam proses pembelajaran, bagi peneliti memberikan pengalaman yang lebih dan dapat menambah pengetahuan untuk menyiapkan sebagai pedoman apabila terjun ke sekolah langsung.
