Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Pendekatan Teaching At The Right Level (TARL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis pada Materi Statistika Siswa Kelas VIII A MTs Al-Munawwaroh Tajinan Tahun Ajaran 2024/ 2025
Abstract
Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di kelas VIII A MTs Al-Munawwaroh Tajinan, ditemukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Dari hasil studi pendahuluan 18,5% termasuk kategori tinggi, 37% kategori sedang, serta 44,4% kategori rendah. Rendahnya kemampuan ini disebabkan oleh kurangnya aktivitas diskusi, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta kurangnya motivasi belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut, penerapan model pembelajaran PBL dengan pendekatan TaRL dipilih sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada materi statistika.
Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, dan 2) Mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas VIII A MTs Al-Munawwaroh Tajinan. Data yang diperoleh terdiri atas data kualitatif berupa hasil observasi dan catatan lapangan, serta data kuantitatif berupa hasil tes akhir siklus dan wawancara.
Indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian ini adalah: 1) Persentase aktivitas pembelajaran guru dan siswa ≥ 80%, 2) ≥ 75% siswa memperoleh nilai tes ≥ 78, dan 3) ≥ 50% siswa memberikan respon positif terhadap penerapan model pembelajaran PBL dengan pendekatan TaRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model PBL dengan pendekatan TaRL dilakukan melalui tahapan orientasi siswa pada masalah, pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi hasil eksplorasi. 2) Hasil peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis ditunjukkan dengan: a) Observasi aktivitas guru baik siklus I maupun siklus II termasuk dalam kategori “sangat baik”, b) Observasi aktivitas siswa meningkat dari kategori “baik” pada siklus I menjadi “sangat baik” pada siklus II, c) Hasil tes akhir menunjukkan bahwa pada siklus II sebanyak 81,4% siswa mencapai nilai 78 dengan nilai rata-rata kelas 80,6, d) Hasil wawancara siswa menunjukkan adanya peningkatan dari persentase 66,6% pada siklus I menjadi 83,3% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan TaRL terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi statistika.
