| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa di kelas VIII-I MTs Almaarif 01 Singosari. Hal ini diketahui dari hasil pretest yaitu 45,16% dari 31 peserta didik, sehingga kemampuan berpikir kritis peserta didik masih rendah karena belum mencapai nilai kriteria kemampuan berpikir kritis dengan ketentuan nilai ≤75 dikatakan kemampuan berpikir kritis rendah, 75 – 84 kemampuan berpikir kritis sedang, dan nilai 85 – 100 kemampuan berpikir kritis tinggi, sehingga peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis masih tergolong rendah dan masih dibawah rata-rata, dan masih dominannya metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlibat aktif dalam proses belajar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan dan hasil dari model pembelajaran Issue, Discussion, Establish, and Apply (IDEA) yang dibantu dengan media flash card dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas VIII-I MTs Almaarif 01 Singosari tahun ajaran 2024/2025. Instrumen pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, tes, dan catatan lapangan.
Berdarsarkan penelitian penerapan model pembelajaran IDEA berbantuan flash card dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu issue (memunculkan permasalahan melalui flash card), discussion (diskusi kelompok untuk menggali ide dan solusi), establish (membangun konsep dan menyusun penyelesaian), dan apply (menerapkan konsep untuk menyelesaikan masalah matematika). Proses pembelajaran berlangsung selama dua siklus. Pada siklus I, aktivitas pendidik dan peserta didik menunjukkan peningkatan dengan kriteria “baik”, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi “sangat baik”. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran IDEA berbantuan flash card mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna.
Hasil dari penelitian ini pada kegiatan pendidik pada siklus I mencapai 76,07% dengan kriteria “baik”, sementara pada siklus II meningkat menjadi 83,07% Kegiatan peserta didik pada siklus I mencapai 70,97% dengan kriteria “baik”, sementara pada siklus II meningkat menjadi 81,52% dengan kriteria “sangat baik”. Adanya peningkatan aktivitas pendidik dan peserta didik menunjukkan bahwa model IDEA berbantuan flash card diterapkan dengan baik.
Hasil peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa terlihat dari nilai hasil tes siklus. Pada pra-tindakan, hanya 14 dari 31 siswa (45,16%) yang mencapai kriteria (≥75). Setelah penerapan siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 18 siswa (58,06%), dan pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa (83,87%). Peningkatan ini juga didukung oleh respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran IDEA berbantuan flash card sangat positif. Hal ini terlihat dari antusiasme siswa selama proses diskusi, pengambilan keputusan kelompok, serta saat mempresentasikan hasil. Siswa merasa pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami karena didukung dengan media visual (flash card) yang membantu memperjelas konsep statistik seperti pemusatan dan penyebaran data. Dengan demikian, model pembelajaran IDEA berbantuan flash card terbukti dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada materi Statistika. | en_US |