Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Ditinjau dari Self Efficacy Matematis Peserta Didik Melalui Model Project Based Learning (PJBL) Berbasis AI pada Materi Bangun Ruang Kelas VIII SMP IT As-Salam Malang
Abstract
Dalam pembelajaran matematika, kemampuan berpikir kreatif mampu membantu peserta didik dalam pengambilan keputusan secara tepat dan efektif. Selain kemampuan berpikir kreatif, peserta didik harus memiliki self efficacy matematis yang baik sehingga mampu menyelesaikan suatu permasalahan dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif peserta didik ditinjau dari self efficacy matematis melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis Artificial Intelligence (AI) pada materi bangun ruang kelas VIII SMP IT As-Salam Malang. Latar belakang penelitian ini berawal dari kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang bervariasi disebabkan oleh kurangnya keberanian dalam mengemukakan ide, serta variasi tingkat self efficacy matematis yang memengaruhi performa belajar peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan model PjBL berbasis AI yang terintegrasi dengan Tinkercad. Tinkercad adalah sebuah platform desaian 3D yang dapat membantu peserta didik dalam merancang dan memvisualisasikan objek geometri secara konkret.
Pendekatan penelitian ini yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam peserta didik yang dipilih berdasarkan kategori self efficacy matematis, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen pengumpulan data meliputi angket self efficacy matematis, soal tes kemampuan berpikir kreatif, wawancara, dan observasi selama proses pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan self efficacy tinggi mampu memenuhi semua indikator berpikir kreatif, yaitu kelancaran (menghasilkan banyak ide), fleksibilitas (menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang), orisinalitas (menghasilkan solusi unik), dan elaborasi (menguraikan ide secara rinci dan sistematis). Peserta didik dengan self efficacy sedang menunjukkan capaian sebagian besar indikator, namun masih kurang dalam aspek elaborasi dan orisinalitas. Adapun peserta didik dengan self efficacy rendah cenderung kesulitan dalam mengemukakan ide secara rinci, kurang percaya diri dalam menghadapi tugas, dan hanya menunjukkan satu atau dua indikator berpikir kreatif.
Penerapan model PjBL berbasis AI dengan menggunakan Tinkercad memberikan pengalaman belajar yang kontekstual, mendorong eksplorasi ide, serta meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi bangun ruang. Dengan demikian, model ini direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di era digital.
