Analisis Kemampuan Numerik dan Resiliensi Matematis Siswa Kelas XI SMA Annur Bululawang pada Materi Matriks
Abstract
Kemampuan numerik merujuk pada kemampuan menafsirkan informasi kuantitatif, melakukan perhitungan, dan memanipulasi angka secara akurat untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Pentingnya kemampuan numerik belum sejalan dengan kondisi yang ada, di mana banyak peserta didik masih memiliki kemampuan numerasi yang rendah. Hal ini ditandai dengan kurangnya kepekaan terhadap angka, kesulitan menganalisis informasi, dan ketidakmampuan mengomunikasikan informasi yang disajikan. Kesalahan dalam perhitungan ini seringkali berujung pada kesalahan dalam perhitungan dan analisis lebih lanjut. Selain kemampuan numerik, resiliensi matematis juga merupakan aspek penting yang mendukung keberhasilan belajar matematika. Resiliensi matematis didefinisikan sebagai kemampuan peserta didik untuk mengatasi rasa cemas dan takut, tetap termotivasi, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan dan kesulitan dalam pembelajaran matematika, hingga dapat menemukan solusinya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan mendeskripsikan kemampuan numerik dan resiliensi matematis peserta didik pada materi matriks. Subjek penelitian adalah 3 orang peserta didik kelas XI-15 SMA An-Nur Bululawang yang dipilih secara purposif dari 25 peserta didik, berdasarkan kesesuaian dengan indikator kemampuan numerik dan resiliensi matematis. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan numerik, angket resiliensi, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta menggunakan triangulasi sumber untuk memastikan validitas data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerik dan resiliensi matematis peserta didik bervariasi dan saling melengkapi. Subjek A menunjukkan kemampuan numerik dan resiliensi yang memenuhi indikator, mampu menyelesaikan soal dengan tenang, strategis, efektif. Subjek B memiliki resiliensi yang baik namun kurang dalam kemampuan numerik, menunjukkan ketekunan meski mengalami kesulitan teknis. Subjek C memiliki kemampuan numerik yang baik namun kurang dalam kemampuan resiliensi, cenderung mudah menyerah saat dihadapkan pada kesulitan. Temuan ini menegaskan bahwa penguasaan numerik saja tidak cukup tanpa didukung ketahanan mental dan resiliensi akan lebih efektif jika disertai kemampuan numerik yang memadai.
