Eksplorasi Pengalaman Siswa dalam Mengembangkan Penalaran Matematis dan Minat Belajar pada Materi Trigonometri dengan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantu Artificial Intelligence di Kelas X MAN 2 Kota Kediri
Abstract
Kemampuan penalaran matematis dan minat belajar siswa merupakan dua aspek penting dalam keberhasilan pembelajaran matematika, khususnya pada materi trigonometri yang menuntut pemahaman konsep abstrak dan berpikir logis. Namun, keduanya masih menjadi tantangan di banyak sekolah karena dianggap sulit dan kurang menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dalam mengembangkan penalaran matematis dan minat belajar melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Subjek penelitian adalah enam siswa kelas X MAN 2 Kota Kediri yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil pre-test dan angket minat belajar. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test, post-test, angket, wawancara mendalam, serta dokumentasi proses pembelajaran. AI yang digunakan dalam penelitian ini berupa ChatGPT sebagai alat bantu pencarian informasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PBL berbantu AI membantu siswa dalam memahami konteks masalah. Siswa menjadi terbiasa menggunakan penalaran matematis dalam menyelesaikan persoalan, seperti mengidentifikasi informasi penting, menyusun dan mengimplementasikan strategi yang dipilih, serta menarik kesimpulan secara logis. Selain itu, terjadi peningkatan minat belajar siswa, yang ditunjukkan melalui sikap aktif, antusias, dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran.
Pengalaman belajar siswa juga bervariasi sesuai dengan tingkat kemampuan penalaran matematis yang dimiliki. Siswa dengan penalaran rendah mengalami peningkatan dalam mengenali masalah dan mulai terbiasa menggunakan strategi penyelesaian, meskipun masih memerlukan bimbingan. Siswa dengan penalaran sedang menunjukkan perkembangan yang lebih stabil dalam menyelesaikan masalah dan menunjukkan minat belajar yang meningkat. Sementara itu, siswa dengan penalaran tinggi mampu memanfaatkan AI secara mandiri untuk mendukung proses belajar dan menyelesaikan soal trigonometri dengan lebih terarah.
Penggunaan AI juga memberi pengalaman belajar yang baru dan menarik, meskipun siswa tetap perlu diarahkan untuk bersikap kritis terhadap informasi yang diberikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi AI ke dalam pendekatan PBL tidak hanya mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan penalaran matematis dan minat belajar siswa. Temuan ini juga mengungkap bahwa penggunaan teknologi seperti ChatGPT dalam mencari informasi perlu disikapi secara kritis karena hasilnya dapat bervariasi tergantung pada cara bertanya. Oleh karena itu, validasi sumber tetap penting dalam mendukung keabsahan informasi yang digunakan dalam pembelajaran matematika.
