Analisis Literasi Matematika Peserta Didik Kelas X SMA Maarif NU Pandaan Ditinjau dari Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)
Abstract
Pendidikan di abad ke-21 menuntut penguasaan literasi matematika yang kuat, serta keterampilan komunikasi dan kolaborasi sebagai bagian penting dari kompetensi global. Namun, masih banyak peserta didik yang menghadapi kesulitan dalam memanfaatkan literasi matematika secara optimal dalam konteks pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi literasi matematika peserta didik kelas X di SMA Maarif NU Pandaan, dengan meninjau keterkaitannya dengan keterampilan komunikasi dan kolaborasi pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sebanyak 16 peserta didik dipilih sebagai responden awal, kemudian dibagi menjadi empat kelompok. Dari setiap kelompok, satu peserta didik dipilih sebagai subjek penelitian berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui tes literasi matematika, kuesioner keterampilan komunikasi dan kolaborasi, wawancara dengan peserta didik dan guru, serta analisis lembar jawaban dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi matematika Subjek 1, 2, 3, dan 4 berada pada kategori sedang hingga rendah. Kesulitan utama terletak pada pemahaman informasi dalam soal, penghubungan konsep matematika dengan kehidupan nyata, dan evaluasi solusi yang diperoleh. Keterampilan komunikasi Subjek 1, 2, 3, dan 4 menunjukkan variasi pencapaian antar subjek, di mana sebagian besar mampu menyusun langkah penyelesaian dan menggunakan notasi matematika secara cukup tepat, tetapi masih kesulitan dalam menyampaikan penalaran matematis secara logis dan mudah dipahami. Keterampilan kolaborasi tampak paling menonjol pada Subjek 3, yang menunjukkan partisipasi, kerja sama, dan tanggung jawab yang merata, sedangkan Subjek lainnya masih menghadapi tantangan dalam aspek tersebut.
Penelitian ini terbatas pada 4 subjek penelitian yang dipilih dari 4 kelompok yang terbentuk dari 16 responden awal, yang berarti tidak mewakili seluruh populasi peserta didik di SMA Maarif NU Pandaan. Meskipun demikian, temuan ini memberikan gambaran awal yang penting terkait literasi matematika dan keterampilan komunikasi serta kolaborasi pada materi SPLTV. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih besar dan lebih representatif untuk memperoleh temuan yang lebih komprehensif.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa literasi matematika yang baik dapat mendukung kemampuan komunikasi dan kolaborasi peserta didik dalam pembelajaran matematika. Keterkaitan antara ketiga aspek tersebut sangat erat dan saling menguatkan, khususnya dalam pembelajaran kelompok berbasis masalah. Untuk meningkatkan ketiga keterampilan secara simultan, diperlukan strategi pembelajaran kontekstual, latihan menulis penjelasan matematis, serta diskusi kelompok yang terstruktur dan reflektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika serta penguatan keterampilan esensial abad ke-21 bagi peserta didik.
