Penerapan Model Project Based Learning Menggunakan Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Kelas VIII SMPN 1 Pakis
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMPN 1 Pakis. Rendahnya kemampuan ini disebabkan oleh kebiasaan peserta didik yang hanya mengandalkan satu cara dalam menyelesaikan masalah serta kesulitan dalam menghasilkan ide-ide yang inovatif. Selain itu, dalam proses pembelajaran, pendidik masih cenderung menggunakan metode ceramah, yang menyebabkan suasana belajar terasa monoton dan kurang interaktif. Akibatnya, peserta didik sering kehilangan konsentrasi dan merasa bosan hanya menjadi pendengar, terutama jika terlalu banyak diberikan latihan soal tanpa variasi.
Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: 1) mendeskripsikan proses penerapan model Project Based Learning menggunakan mind mapping dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas VIII I SMP Negeri 1 Pakis, dan 2) mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas VIII I SMP Negeri 1 Pakis melalui model Project Based Learning menggunakan mind mapping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini berlangsung di SMPN 1 Pakis di kelas VIII I semester Genap tahun ajaran 2024/2025 dengan banyaknya peserta didik adalah 31 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angket, observasi, catatan lapangan dan hasil tes akhir siklus kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) hasil observasi kegiatan pendidik dan peserta didik mencapai 75%, 2) hasil tes akhir siklus mencapai 70% peserta didik memperoleh nilai tes 75, dan 3) respon positif peserta didik 50% terhadap model pembelajaran Project Based Learning menggunakan mind mapping.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) penerapan model PjBL menggunakan mind mapping dilaksanakan dengan sintaks: a) menentukan pertanyaan mendasar, b) mendesain perencanaan proyek, c) menyusun jadwal, d) memonitoring peserta didik dan kemajuan proyek, e) menguji hasil, dan f) mengevaluasi pengalaman. Kegiatan pendidik pada siklus I mencapai 79,7% dengan kategori “baik”, sementara pada siklus II meningkat menjadi 90,5% dengan kategori “sangat baik”. Kegiatan peserta didik pada siklus I mencapai 74,2% dengan kriteria “baik”, sementara pada siklus II meningkat menjadi 89,6% dengan kriteria “sangat baik”. (2) Hasil peningkatan kemampuan bepikir kreatif peserta didik ditunjukkan dengan: a) Hasil tes akhir menunjukkan bahwa pada siklus II sebanyak 74,1% peserta didik mencapai nilai ≥75 dengan nilai rata-rata kelas 77,06, b) Hasil angket menunjukkan adanya peningkatan dari persentase 57,6% pada siklus I dengan kategori “cukup baik” menjadi 78,5% pada siklus II dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning menggunakan mind mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas VIII SMPN 1 Pakis pada materi statistika.
