| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Hal tersebut berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap pengampu mata pelajaran matematika MTs Raden Rahmat Wajak serta hasil pretest yang dilakukan terhadap peserta didik. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah disebabkan karena proses pembelajaran masih secara konvensional sehingga peserta didik cenderung pasif dan juga kurang memperhatikan penjelasan materi dari pendidik. Hasil pretest tersebut menunjukkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik 37% yang berarti dari 24 peserta didik hanya 9 peserta didik yang memenuhi kriteria keberhasilan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning berbantuan E-LKPD untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi lingkaran kelas VIII MTs Raden Rahmat Wajak. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTs Raden Rahmat Wajak sebanyak 24 peserta didik. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa data hasil observasi kegiatan pendidik, observasi kegiatan peserta didik, catatan lapangan, dan wawancara. Sedangkan data kuantitatif berupa hasil akhir tes siklus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan E-LKPD dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi lingkaran kelas VIII MTs Raden Rahmat Wajak. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil analisis data setiap siklus: (1) hasil tes kemampuan pemecahan masalah siklus I diperoleh persentase ketuntasan 46% dengan rata-rata kelas 53,5 dan mengalami peningkatan persentase ketuntasan menjadi 83% dengan rata-rata kelas 75 pada siklus II; (2) hasil observasi kegiatan pendidik pada siklus I mencapai 63,3% dan pada siklus II mengalami peningkatan 21,3% sehingga persentase kegiatan pendidik mencapai 84,6%. Sedangkan hasil observasi kegiatan peserta didik pada siklus I mencapai 62,5% dan pada siklus II mengalami peningkatan 21,25% sehingga persentase kegiatan peserta didik mencapai 83,75%; (3) hasil wawancara pada siklus I mencapai 50% peserta didik merasa senang dengan model Problem Based Learning berbantuan E-LKPD kemudian setelah tindakan siklus II mengalami peningkatan menjadi 83,3% peserta didik merasa senang dengan model Problem Based Learning berbantuan E-LKPD. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model model Problem Based Learning (PBL) berbantuan E-LKPD dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi lingkaran kelas VIII MTs Raden Rahmat Wajak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam proses pembelajaran matematika dengan perubahan yang relevan sesuai dengan kondisi pembelajaran. | en_US |