Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Peserta Didik pada Materi Bilangan Kelas VII SMP Wahid Hasyim Kota Malang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik berdasarkan kemandirian belajar tinggi, sedang dan rendah pada materi bilangan kelas VII SMP Wahid Hasyim Kota Malang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah pemberian Angket, pemberian tes tertulis yang berisi dua soal uraian materi bilangan, dan pelaksanaan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Wahid Hasyim Kota Malang yang telah mendapatkan materi bilangan. Sumber data yang diberi angket kemandirian belajar sebanyak 20 peserta didik. Sedangkan sumber data yang diberikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan diwawancarai sebanyak 3 peserta didik dengan setiap dua peserta didik mewakili masing-masing klasifikasi tingkat kemandirian belajar tinggi, sedang dan rendah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi angket kemandirian belajar, tes kemampuan pemecahan masalah matematis, dan wawancara mendalam. Validitas data diuji melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil observasi, tes, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemandirian belajar tinggi memperoleh nilai tes tertinggi (80) dan mampu merumuskan, merencanakan, menerapkan strategi, serta menafsirkan hasil penyelesaian masalah secara tepat. Peserta didik dengan kemandirian belajar sedang memperoleh nilai 66,6, menunjukkan kemampuan yang cukup dalam menyusun strategi dan menafsirkan hasil, meskipun kurang optimal dalam merumuskan model matematika. Sedangkan peserta didik dengan kemandirian belajar rendah memperoleh nilai 33,3, mengalami kesulitan dalam merumuskan model matematika, merencanakan strategi, dan menyelesaikan masalah. Temuan ini menegaskan hubungan positif antara tingkat kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
