| dc.description.abstract | Kemampuan pemahaman konsep adalah kemampuan peserta didik dalam menangkap makna yang mendalam dari suatu konsep dan memilki lima indikator yaitu menjelaskan ulang suatu konsep, mengklasifikasikan objek berdasarkan konsep, menerapkan konsep secara algoritma, memberikan contoh dan bukan contoh, dan menyajikan konsep dalam berbagai representasi. Salah satu konsep terpenting dalam matematika adalah konsep fungsi. Dengan mengetahui fungsi atau hubungan fungsional antar unsur matematika, kita dapat lebih mudah memahami suatu masalah dan menyelesaikannya. Untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep peserta didik peneliti melakukan pengamatan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Model Pembelajaran Learning Cycle 5E merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan pendekatan konstruktivisme dan memiliki lima tahap pembelajaran yaitu: engagement (pembangkitan minat), exploration (eksplorasi), explanation (penjelasan), elaboration (pengembangan), dan evaluation (penilaian).
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep fungsi peserta didik dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E di kelas X MA KH. Hasyim Asy’ari. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, subjek dengan tingkat pemahaman tinggi menunjukkan pemahaman konsep fungsi yang mendalam. Pada fase Explain dan Elaborate model 5E, peserta didik dapat menyambungkan ide eksplorasi dengan teori secara logis, serta menyelesaikan soal dengan minim kesalahan. Sedangkan subjek dengan tingkat pemahaman sedang mampu memahami beberapa aspek indikator kemampuan pemahaman konsep, namun belum menguasai semua indikator kemampuan pemahaman konsep, namun belum menguasai semua indikator. Fase Explore membantu mereka mengenali pola, tetapi pada Explain dan Elaborate mereka masih membutuhkan bimbingan guru untuk menyusun jawaban yang lengkap dan tepat. Ini biasa terjadi ketika menggunakan model siklus pembelajaran 5E: peserta didik bermotivasi dan aktif, tetapi masih mengandalkan fasilitasi guru. Untuk subjek dengan tingkat pemahaman rendah hanya memahami konsep secara terbatas. Fase Engage dan Explore pun berlangsung kurang maksimal—mereka enggan bertanya atau mengeksplorasi sendiri, dan sering membutuhkan arahan berulang. Saat memasuki Explain dan Elaborate, meskipun telah diberikan contoh, masih kesulitan menerapkannya secara mandiri. | en_US |