Show simple item record

dc.contributor.authorHamidah, Isma Nur
dc.date.accessioned2026-02-09T05:51:55Z
dc.date.available2026-02-09T05:51:55Z
dc.date.issued2025-07-14
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13068
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV) ditinjau dari gaya belajar, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Penelitian dilaksanakan di SMP Putri Al Irsyad Al Islamiyyah Malang dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga peserta didik kelas VII yang dipilih berdasarkan hasil angket gaya belajar dan kemampuan dalam menyelesaikan soal PLSV. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes pemecahan masalah, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data mengacu pada tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu: memahami masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peserta didik dengan gaya belajar visual hanya memenuhi satu indikator dari empat indikator yaitu merencanakan pemecahan masalah. Peserta didik dengan gaya belajar visual cenderung mampu memvisualisasikan informasi dan menyelesaikan masalah secara sistematis; (2) peserta didik dengan gaya belajar auditorial memenuhi dua indikator pada soal nomor 1 yaitu memahami masalah dan melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memenuhi empat indicator pada soal nomor 2. Peserta didik dengan gaya belajar auditorial memahami masalah melalui penjelasan lisan dan mampu berdiskusi untuk menemukan solusi; dan (3) peserta didik dengan gaya belajar kinestetik memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, serta memeriksa kembali kebenaran jawaban. peserta didik dengan gaya belajar kinestetik lebih memahami materi melalui praktik langsung, namun mengalami kesulitan dalam tahapan perhitungan dan evaluasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual mampu memahami masalah dengan cara memvisualisasikan informasi ke dalam bentuk gambar atau simbol matematika dan mampu menyusun strategi penyelesaian secara sistematis. Peserta didik dengan gaya belajar auditorial cenderung memahami informasi melalui penjelasan verbal, memiliki kemampuan berdiskusi, dan mampu mengembangkan solusi melalui komunikasi dua arah, meskipun terkadang kurang teliti dalam perhitungan. Sementara itu, peserta didik dengan gaya belajar kinestetik menunjukkan pemahaman yang baik melalui aktivitas langsung dan praktik, namun mengalami kesulitan pada tahap perhitungan dan evaluasi akhir karena kurang mampu melakukan refleksi atas solusi yang diperoleh. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa gaya belajar memberikan pengaruh terhadap strategi dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam memecahkan masalah matematika. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memahami gaya belajar peserta didik guna mengoptimalkan proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectkemampuan pemecahan masalahen_US
dc.subjectgaya belajaren_US
dc.subjectpersamaan linier satu variabelen_US
dc.subjectvisualen_US
dc.subjectauditorialen_US
dc.subjectkinestetiken_US
dc.titleAnalisis Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Persamaan Linier Satu Variabel Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik Kelas VII di SMP Putri Al Irsyad Al Islamiyyah Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang