Implementasi Program Sekolah Orang Tua Hebat Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Di Kota Malang (Studi Pada Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang)
Abstract
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang terjadi akibat kekurangan asupan nutrisi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kemampuan kognitif anak, sehingga dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan dan memperkuat siklus kemiskinan antar generasi.
Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III (Awan Y. Abdoelah & Yudi Rusfiana, 2016:68) yang menyoroti empat variabel utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Sebagai teori pendukung digunakan teori kebijakan publik Woll (dalam Hayat, 2018:20) yang menjelaskan bahwa kebijakan merupakan hasil interaksi berbagai aktor dalam sistem pemerintahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi program pencegahan stunting di Kota Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program SOTH berjalan cukup efektif berdasarkan empat variabel teori Edward III. Komunikasi dinilai berjalan baik melalui koordinasi, pelatihan, dan penyuluhan kepada masyarakat. Sumber daya manusia sudah memadai, meskipun pendanaan masih menjadi kendala. Sikap pelaksana menunjukkan semangat dan komitmen tinggi meski tanpa insentif. Struktur birokrasi sudah berjalan walaupun belum memiliki SOP tertulis. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi dukungan pemerintah, kerja sama antar pemangku kepentingan, dan kualitas sumber daya manusia. Adapun hambatan utama adalah rendahnya kesadaran orang tua dan kondisi ekonomi masyarakat.
Secara keseluruhan, Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Kota Malang dapat dikatakan berhasil karena ditopang oleh koordinasi yang baik, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen pelaksana yang tinggi, meskipun masih menghadapi keterbatasan dana dan belum tersusunnya SOP secara formal.
KATA KUNCI: Implementasi Kebijakan, Sekolah Orang Tua Hebat, Stunting
