Perubahan Sosial Di Kawasan Kampung Wisata Heritage Kota Malang (Studi Tentang Perubahan Struktur Masyarakat, Kultur Nilai Norma, dan Pola Interaksi, Serta Dampaknya)
Abstract
Kampung Wisata Heritage Kayutangan Kota Malang merupakan salah satu kampung wisata tematik yang telah diluncurkan sejak tahun 2016 dan diresmikan pada tahun 2018 oleh pemerintah kota. Selama sembilan tahun terakhir, kawasan ini mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan. Pertumbuhan tersebut membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat dari berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perubahan sosial masyarakat yang terjadi seiring dengan eksistensi kampung wisata tematik ini dengan menggunakan teori perubahan sosial yang dikemukakan oleh Himes dan Moore.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus sebagaimana yang diperkenalkan oleh Robert Yin. Sumber data diperoleh dari tiga kategori, yaitu person, place, dan paper, melalui teknik purposive sampling yang dipadukan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, dengan instrumen utama berupa human instrument. Keabsahan data dijaga melalui uji kredibilitas data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Wisata Heritage Kayutangan mengembangkan lima potensi utama, yaitu bangunan bersejarah, situs religi, aktivitas seni, perdagangan dan kuliner, sungai berkonsep Amsterdam, serta event dan live music. Perubahan sosial masyarakat yang terjadi meliputi: (1) perubahan struktural, yang ditandai dengan munculnya kelembagaan sosial baru, peran sosial baru, dan pergeseran komposisi masyarakat; (2) perubahan kultural, berupa peningkatan kesadaran akan kebersihan lingkungan, perubahan pola komunikasi, dan penerapan norma serta aturan baru; serta (3) perubahan pola interaksi sosial, dari interaksi tatap muka menuju interaksi berbasis media sosial yang lebih efisien, namun cenderung mengurangi kedekatan sosial.
Dampak positif dari perubahan tersebut antara lain meningkatnya kekohesifan sosial, terbentuknya pendidikan dan pengalaman sosial baru, membaiknya kualitas lingkungan, meningkatnya kesejahteraan ekonomi, serta tumbuhnya partisipasi masyarakat. Namun, terdapat pula dampak negatif seperti ketimpangan sosial akibat distribusi pendapatan yang tidak merata, menurunnya keamanan lingkungan, dan gangguan kenyamanan akibat kepadatan wisatawan, terutama pada malam hari.
Kata kunci: perubahan sosial, kampung wisata, masyarakat, Kayutangan
