Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Sikap Toleransi Siswa Di Mts Mu Ya-Ikhsan Andonosari
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilatar belakangi oleh pandangan peneliti terkait sikap toleransi yang baik pada siswa di MTs Miftahul Ulum Ya-Ikhsan Andonosari Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilatar belakangi oleh pandangan peneliti terkait sikap toleransi yang baik pada siswa di MTs Miftahul Ulum Ya-Ikhsan Andonosari Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap toleransi pada peserta didik, serta untuk mengungkap berbagai hambatan yang dihadapi beserta solusi yang diterapkan dalam proses pembentukan sikap tersebut.
Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis analisis deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui serangkaian kegiatan berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, serta pengumpulan dokumen pendukung. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data (data redurection), Tahapan selanjutnya berupa penyajian data (data display) yang disusun secara sistematis untuk mempermudah pemahaman terhadap temuan di lapangan. Proses ini diakhiri dengan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification) yang didasarkan pada hasil analisis data secara menyeluruh serta verifikasi terhadap keabsahan informasi yang diperoleh.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sikap toleransi kepada peserta didik di MTs Miftahul Ulum Ya-Ikhsan Andonosari mencakup fungsi sebagai pendidik, pemberi motivasi, dan penyedia fasilitas belajar. Strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan sikap toleransi siswa, yang tercermin dari kemampuan mereka dalam menjalin interaksi sosial secara harmonis, saling membantu, serta bekerja sama dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah. Dalam membangun sikap tolerasi siswa di MTs Miftahul Ulum Ya-Ikhsan Andonosari ada beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu yang ada,latar belakang siswa yang berbeda beda,dan Kurang terjalinnya kerjasama antara orang tua dan guru MTs Miftahul Ulum Ya-Ikhsan Andonosari serta solusi yang dilakukan.
Beberapa upaya yang dilakukan sebagai solusi atas berbagai kendala dalam meningkatkan sikap toleransi peserta didik di antaranya adalah dengan menambahkan durasi waktu pembelajaran selama 30 menit, memberikan nasihat secara rutin, serta menegur peserta didik apabila pelanggaran yang dilakukan masih tergolong ringan. Selain itu, guru senantiasa memberikan motivasi, menyisipkan nilai-nilai toleransi dalam setiap mata pelajaran, dan menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua siswa.
Pemberian masukan yang positif secara konsisten juga menjadi langkah penting dalam membentuk karakter siswa yang toleran. Pihak sekolah turut mengadakan sosialisasi mengenai urgensi sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Apabila terjadi pelanggaran serius seperti pencemaran nama baik sekolah atau perusakan lingkungan sekitar sekolah, maka siswa yang bersangkutan akan dipanggil ke ruang bimbingan dan konseling untuk diberikan pembinaan. Sebagai langkah terakhir, jika pelanggaran dilakukan secara berulang, pihak sekolah dengan penuh pertimbangan akan memanggil orang tua siswa guna dimintai keterangan dan dilakukan penanganan secara lebih lanjut.
