Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik Di Smp It Daar El-Qur’An Pakis Malang
Abstract
Di era globalisasi serta kemajuan teknologi yang semakin pesat ini, fenomena kemerosotan moral di kalangan remaja, seperti kurangnya sopan santun, rendahnya tanggung jawab, dan lemahnya kesadaran beragama, menjadi tantangan besar di dunia pendidikan saat ini. Ini mendorong pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai akhlak mulia melalui Pendidikan Agama Islam. Di SMP IT Daar El-Qur’an, pernerapan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam telah menjadi fokus utama dalam mencetak generasi yang berkepribadian Islami.
Merujuk pada latar belakang tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan akhlakul karimah pada peserta didik di SMP IT Daar El Qur’an Pakis Malang, mengungkap jenis-jenis nilai yang diimplementasikan, serta mengevaluasi dampak penerapan tersebut terhadap pembentukan karakter siswa.
Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yang meliputi wawancara mendalam yang merupakan metode pegumpulan data dengan menggunakan tanya jawab secara lisan dengan sumber penelitian, observasi langsung berupa pengamatan fenomena yang dilakukan secara sistematis, serta studi dokumentasi.
Temuan studi mengindikasikan bahwa penerapan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dijalankan secara terstruktur dengan pembelajaran di kelas, pembiasaan harian, keteladanan guru, dan program kegiatan keagamaan. Nilai-nilai utama yang ditanamkan meliputi adab (etika Islam), kejujuran (shidiq), tanggung jawab (amanah), disiplin dan istiqomah, tawadhu’ dan saling menghargai, serta ta’awun (tolong-menolong). Adapun hasil implementasi tersebut tercermin dalam meningkatnya kedisiplinan siswa, berkembangnya kesadaran beribadah, serta tumbuhnya kesadaran sosial dan moral di kalangan peserta didik. Dengan demikian, proses pembentukan akhlakul karimah di sekolah ini berlangsung secara integratif melalui sinergi antara pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.
