Pengembangan Karakter Religius Dalam Membentuk Kesadaran Beragama Siswa Di Smkn 2 Blitar
Abstract
Di era gempuran teknologi yang semakin canggih ini membuat para remaja mengalami kemrosotan moral. Banyak para peserta didik saat ini yang suka membolos, kurang dalam hal kejujuran ketika mengerjakan soal ujian, kurang sopan santun, kurang dalam hal kewajiban beragamanya, dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan tuntutan perkembangan Ilmu dan Teknologi yang semakin maju. Dimana pendidikan merupakan persoalan hidup manusia sepanjang hayatnya, baik sebagai individu, kelompok sosial, maupun sebagai bangsa. Dimana zaman sekarang siswa bukan hanya dituntut memiliki karakter yang baik salah satunya karakter religius.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter religius siswa serta menganalisis proses pengembangan karakter religius dalam membentuk kesadaran beragama siswa di SMK Negeri 2 Blitar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya karakter religius dalam membentuk kesadaran beragama yang tidak hanya bersifat ritualistik, tetapi juga tercermin dalam perilaku sosial siswa di lingkungan sekolah dan masyarakat. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk memilih judul Pengembangan Karakter Religius Dalam Membentuk Kesadaran Beragama Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Blitar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakter religius siswa serta proses pengembangan karakter religius dalam membentuk kesadaran beragama siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Blitar.
Untuk mencapai tujuan diatas peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer(informan) dan data sekunder (penunjang). Adapun metode yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter religius siswa di SMK Negeri 2 Blitar mencakup tiga aspek utama, yaitu: (1) taat beribadah, terlihat dari pelaksanaan shalat, tadarus, dan doa rutin; (2) aktif dalam kegiatan keagamaan seperti istighotsah, peringatan hari besar Islam, dan kajian; serta (3) karakter sosial yang ditunjukkan melalui sikap toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Proses pengembangan karakter religius dilakukan melalui: (1) keteladanan guru yang menjadi panutan dalam perilaku religius; (2) pembiasaan kegiatan keagamaan yang dilakukan secara konsisten; dan (3) keterlibatan dalam ekstrakurikuler Rohis sebagai sarana pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai Islam.
