Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kecerdasan Emosional Siswa Di Smpi Ma'Arif 02 Malang
Abstract
Dunia pendidikan saat ini banyak dihadapkan dengan berbagai macam problematika, salah satu problematika yang terjadi ialah lemahnya kegiatan proses pembelajaran, dalam praktiknya, seorang guru hanya terfokus pada pengembangan kecerdasan intelektual siswa, namun kurang memperhatikan kecerdasan emosional siswa karena kurangnya dorongan yang diberikan kepada siswa untuk mengembangkan kecerdasan emosional yang dimiliki, namun yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, siswa hanya diarahkan untuk dapat mengingat materi yang diberikan tanpa dituntut untuk memahami serta mengimplementasikan pengetahuan yang ia miliki dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi tentang: 1) Strategi perencanaan guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kecerdasan emosional siswa di SMPI Ma’arif 02 Malang. 2) Strategi pelaksanaan guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kecerdasan emosional siswa di SMPI Ma’arif 02 Malang. 3) Strategi evaluasi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kecerdasan emosional siswa di SMPI Ma’arif 02 Malang. Metode pendekatan dan jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Metode ini dilakukan melalui melihat dengan mengamati secara langsung terhadap objek yang diteliti yaitu proses pengembangan siswa dalam membentuk kecerdasan emosional di Sekolah Menengah Pertama Ma’arif 02 Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi perencanaan guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kecerdasan emosional siswa di SMPI Ma’arif 02 Malang, dengan menggunakan strategi integrasi nilai-nilai Agama Islam, Pengembangan etika dan akhlak siswa sesuai dengan ajarann Islam, Strategi Pembelajaran Kooperatif, dan Strategi Pembelajaran Afektif. Strategi pelaksanaan guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kecerdasan emosional siswa di SMPI Ma’arif 02 Malang, dengan cara guru menggunakan strategi pelaksanaan dengan menerapkan metode pembelajaran yang mendorong refleksi diri, diskusi kelompok, dan aktivitas praktis yang memperkuat aspek-aspek kecerdasan emosional. Guru melakukan strategi pelaksanaan dengan menenamkan rasa solidaritas yang tinggi dengan cara menasehati, pemberian contoh yang baik, kemudian pembinaan karakter kepada siswa. Serta guru memilih metode yang tepat dengan menyesesuaikan materi yang akan dipelajari oleh siswa pada saat proses belajar, sehingga pembelajaran menjadi efektif.
