Optimalisasi Penggunaan Media Sosial Dalam Perkembangan Akhlak Siswa Kelas Xii Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Batu
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk dari kemajuan tersebut adalah hadirnya media sosial, yang kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja, termasuk siswa tingkat akhir di jenjang Madrasah Aliyah. Media sosial menyediakan sarana komunikasi yang cepat, interaktif, dan dinamis, namun di sisi lain juga dapat menjadi sumber gangguan dan pengaruh negatif jika tidak digunakan secara bijak. Dalam konteks ini, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Batu sebagai bagian dari generasi digital mengalami dinamika yang kompleks dalam memanfaatkan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana penggunaan media sosial terjadi di kalangan siswa kelas XII, bagaimana pihak sekolah mengoptimalkan media sosial untuk mendukung pembentukan akhlak mulia siswa, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah, wawancara mendalam dengan guru Akidah Akhlak, wali kelas, dan siswa kelas XII, serta dokumentasi terhadap kebijakan-kebijakan sekolah terkait penggunaan media sosial. Lokasi penelitian dilaksanakan di MAN Kota Batu, sebuah lembaga pendidikan Islam negeri yang berkomitmen dalam mencetak lulusan berakhlak mulia sesuai visi-misinya. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi konduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas hasil penelitian, peneliti menerapkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu guna menguji konsistensi data dari berbagai narasumber. Peneliti hadir secara langsung di lapangan untuk menyelami kehidupan siswa dan aktivitas digital mereka dalam konteks pendidikan dan pembentukan karakter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di kalangan siswa kelas XII MAN Kota Batu sangat intens dan beragam. Sebagian besar siswa aktif menggunakan berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, hingga WhatsApp, baik untuk keperluan hiburan, komunikasi, maupun pembelajaran. Pihak sekolah memanfaatkan potensi ini dengan cara mengintegrasikan media sosial sebagai sarana ekspresi dan kreativitas siswa, seperti mengadakan lomba vlog, membuat konten edukatif, dan menyebarkan informasi kegiatan sekolah melalui akun resmi sekolah. Media sosial dimanfaatkan sebagai alat penyampaian nilai-nilai moral secara kontekstual yang dapat diterima oleh siswa sesuai dengan kebiasaan digital mereka. Namun, di sisi lain, penelitian ini menemukan tantangan signifikan, seperti munculnya ketergantungan siswa terhadap media sosial yang menyebabkan penurunan minat belajar, kurangnya interaksi sosial yang sehat di lingkungan sekolah, dan menurunnya sopan santun terhadap guru maupun teman sebaya. Fenomena cyberbullying, penyebaran hoaks, serta kurangnya etika digital juga menjadi persoalan yang cukup menonjol. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan media sosial anak-anaknya masih rendah karena banyak dari mereka juga mengalami distraksi teknologi. Pihak sekolah telah berupaya meminimalisir dampak negatif ini melalui kebijakan pengumpulan handphone ke dalam loker selama jam pelajaran dan melakukan pembinaan karakter melalui mata pelajaran akidah akhlak serta kegiatan ekstrakurikuler. Akan tetapi, upaya tersebut masih perlu diperkuat dengan sinergi antara guru, orang tua, dan siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung penggunaan media sosial secara bijak. Dengan demikian, optimalisasi media sosial tidak hanya sebatas pada aspek teknis penggunaannya, tetapi juga menyentuh aspek nilai, kontrol, dan keteladanan sebagai kunci utama dalam membentuk akhlak yang mulia pada siswa di era digital ini.
