Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Viii a Pada Materi Sujud Sahwi Sujud Tilawah Dan Sujud Syukur Mata Pelajaran Fiqih Di Mts Raudlatul Ulum Karangploso Kabupaten Malang
Abstract
Pembelajaran student teams achievement division (STAD) adalah bentuk dari metode pembelajaran kolaboratif yang menekankan interaksi antara para siswa untuk saling mendukung dan memotivasi dalam menguasai pembelajaran serta mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi sujud sahwi, sujud tilawah, dan sujud syukur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur pengumpulan data dilakukan menggunakan metode teknik tes. Jenis tes yang diterapkan adalah tes tertulis yang meliputi Pre Tes (Tes Awal). Selain itu, terdapat juga Post Tes (Tes Akhir) yang dilakukan untuk menilai sejauh mana hasil belajar siswa. Wawancara juga dilakukan dalam penelitian ini sebelum tindakan (pelaksanaan PTK) dengan guru mata pelajaran fiqih. Selain itu, observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dalam proses pembelajaran sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Teknik dokumentasi juga digunakan untuk mengumpulkan data yang mencakup daftar nama siswa, foto, dan data pendukung lainnya.
Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A pada materi sujud sahwi, sujud tilawah, dan sujud syukur dalam pelajaran Fiqih di MTs Raudlatul Ulum Karangploso, Kabupaten Malang.
Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari perbedaan tingkat ketuntasan antara siklus I dan siklus II. Pada siklus I, tingkat ketuntasan siswa hanya mencapai 38,40%, yang masih di bawah target keberhasilan yang ditetapkan. Setelah penerapan model pembelajaran STAD dilakukan secara lebih optimal pada siklus II, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan hingga mencapai 64,80%, melebihi target keberhasilan yang ditentukan, yaitu 60% siswa tuntas pada akhir siklus.
