Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Dextrose 10% Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Aminofilin
Abstract
Pendahuluan: Injeksi aminofilin memiliki kompatibilitas terbatas dengan cairan infus dalam praktik pencampuran sediaan intravena. Aminofilin merupakan kompleks teofilin dan etilendiamina yang stabilitasnya dipengaruhi oleh pH. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi inkompatibilitas pencampuran injeksi aminofilin dengan larutan infus dextrose 10% dalam jangka waktu tertentu.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasi laboratorium untuk mengevaluasi kompatibilitas pencampuran injeksi aminofilin dalam larutan infus dextrose 10% pada jam ke-0, 2, 4, dan 6. Parameter yang diamati meliputi sifat fisika (warna, kejernihan, kekeruhan) dan sifat kimia (pH dan kadar obat). Data kekeruhan, pH, dan kadar dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA (p<0,05), dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey HSD dan korelasi Pearson.
Hasil dan Diskusi: Pencampuran larutan infus dextrose 10% dengan injeksi aminofilin pada uji organoleptis menunjukkan tidak adanya perubahan warna dan kejernihan selama pengamatan. Terjadi peningkatan kekeruhan yang signifikan pada jam ke-2, 4, dan 6 sebesar 1,5-3 kali lipat dibandingkan jam ke-0 (p<0,05). Terjadi penurunan pH yang signifikan sebesar 0,62%-2%, dan penurunan kadar obat melebihi 10% pada durasi pengamatan tersebut. Durasi pencampuran memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap kekeruhan (r=0,818), pH (r=0,976), dan kadar obat (r=0,908) (p<0,05).
Kesimpulan: Durasi pencampuran berhubungan signifikan dengan sifat fisikokimia obat injeksi aminofilin dalam larutan infus dextrose 10%.
Kata Kunci: Durasi pencampuran, Inkompatibilitas, Aminofilin, Dextrose 10%, Sifat fisika, Sifat kimia.
