Metabolite Profiling Dan Studi In Silico Potensi Antiinflamasi Ekstrak Metanol Rimpang Jahe Emprit (Zingiber Officinale Var. Amarum) Melalui Jalur Cyclooxygenase-2 Dan 5-Lipoxygenase
Abstract
Pendahuluan: Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang ditandai dengan proses inflamasi. Pengobatan standar yang dapat dilakukan untuk mengobati proses inflamasi salah satunya golongan Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID). Pemberian NSAID dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping gastrointestinal (GI) yang merugikan. Langkah yang efektif untuk menutupi kelemahan terapi sintetik dapat menggunakan terapi herbal. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber officinale var. amarum) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang diduga berpotensi sebagai agen antiinflamasi melalui penghambatan enzim COX-2 dan 5-LOX.
Metode: Penelitian ini teridentifikasi sebanyak 34 senyawa aktif hasil metabolite profiling UHPLC-HRMS. Senyawa aktif dilakukan pendekatan in silico dengan metode molecular docking terhadap protein COX-2 (PDB ID: 5IKR) dan 5-LOX (PDB ID: 6N2W). Analisis dilanjutkan dengan prediksi farmakokinetika dan prediksi sifat fisikokimia menggunakan SwissADME.
Hasil: Senyawa Shogaol (-7.3 kcal/mol), Ferulic acid (-7.3 kcal/mol), Nootkatone (-7.3 kcal/mol) dengan nilai konstanta inhibisi 0.0044 µm memiliki afinitas terbaik terhadap COX-2 (5IKR) dan persentase kemiripan dengan Rofecoxib sebesar 42.85%, 14.28%, dan 28.57%. Hasil terhadap 5-LOX (6N2W) diperoleh Shogaol (-6.2 kcal/mol; Ki 0.0282 µm), Nootkatone (-6.0 kcal/mol; Ki 0.0395 µm), dan 6-Gingerol (-5.5 kcal/mol; Ki 0.0920 µm) dan persentase kemiripan dengan NDGA sebesar 50%, 12.5% dan 25%. Prediksi ADMET menunjukkan permeabilitas kulit yang baik dan tidak memengaruhi P-gp maupun OCT2, meskipun Shogaol dan 6-Gingerol merupakan substrat CYP2D6 dan Nootkatone berpotensi menyebabkan iritasi kulit.
Kesimpulan: Hasil metabolite profiling rimpang Jahe Emprit teridentifikasi 34 senyawa aktif dengan puncak tertinggi berupa Choline pada waktu retensi 1,21 menit. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Shogaol, Ferulic acid, dan Nootkatone memiliki afinitas terbaik terhadap COX-2 (5IKR), Shogaol, Nootkatone, dan 6-Gingerol terbaik terhadap 5-LOX (6N2W). Hasil prediksi farmakokinetik, Ferulic acid memenuhi seluruh parameter yang ditetapkan dan dinilai sebagai kandidat dengan profil farmakokinetik paling baik.
Kata kunci: 5-LOX, COX-2, antiinflamasi, Jahe Emprit, molecular docking
