Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus Ka-En 3b Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin
Abstract
Jafnin Najah, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Agustus 2025. Pengaruh Durasi Pencampuran Larutan Infus KA-EN 3B Terhadap Sifat Fisikokimia Obat Injeksi Ampisilin Pembimbing 1: Prof. Dr. Apt. H. Yudi Purnomo, M.Kes. Pembimbing 2: Apt. Arina Swastika, M.Farm.
Pendahuluan: Ampisilin injeksi memiliki keterbatasan kompatibilitas pada pencampuran sediaan intravena. Hingga kini, belum ada penelitian ilmiah yang khusus mengulas kompatibilitas ampisilin dengan infus KA-EN 3B. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan studi untuk menilai kompatibilitas pencampuran injeksi ampisilin dalam cairan infus KA-EN 3B berdasarkan sifat fisik dan kimia serta pengaruh durasi interaksi.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasi laboratorium yang mengevaluasi pencampuran injeksi ampisilin dalam infus KA-EN 3B pada jam ke-0, 2, 4, dan 6 dengan pengulangan sebanyak tiga kali (n=3). Parameter yang diamati berupa sifat fisik (organoleptis dan kekeruhan), serta sifat kimia (pH dan kadar obat). Analisis data dilakukan menggunakan One Way ANOVA (p<0,05) dan uji korelasi Pearson.
Hasil : Pencampuran sediaan injeksi ampisilin dengan infus KA-EN 3B pada jam ke-6 terjadi inkompatibilitas ditandai dengan peningkatan kekeruhan meningkat 2,5 kali sementara pH dan kadar obat terjadi penurunan berturut-turut sekitar 1-2% dan 7-20%. Terdapat pengaruh yang kuat dan signifikan (p<0.05) antara durasi interaksi dengan kekeruhan (r = 0,710), pH (r = 0,895), dan kadar obat (r =0,991).
Simpulan: Pada pencampuran injeksi ampisilin dalam infus KA-EN 3B terjadi perubahan pada sifat fisik (kekeruhan), serta sifat kimia (pH dan kadar obat) selama 6 jam waktu pengamatan.
Kata kunci: Ampsilin, KA-EN 3B, durasi interaksi, kompatibilitas,fisikokimia.
