Uji Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Dengan Berbagai Pelarut Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus
Abstract
Latar Belakang: Infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs) tetap menjadi tantangan global yang signifikan. Staphylococcus aureus adalah salah satu organisme yang resisten terhadap multidrug yang dominan dan berkontribusi terhadap infeksi nosokomial. Tingkat prevalensi yang dilaporkan sebesar 9,0% di Uni Eropa/EEA dan tingkat Staphylococcus aureus resisten metisilin mencapai 22,2% di Indonesia. Kemampuan Staphylococcus aureus untuk membentuk biofilm sangat terkait dengan infeksi kronis, resistensi antimikroba, dan kegagalan terapi konvensional. Perkembangan biofilm melibatkan adhesi, pembentukan mikrokoloni, pematangan, dan dispersi, yang diatur oleh adhesin interseluler polisakarida intraseluler adhesin (PIA) dan mekanisme penginderaan kuorum. Agen antibiofilm alami telah mendapatkan perhatian yang meningkat, termasuk Clitoria ternatea L. (bunga kacang kupu-kupu), yang mengandung flavonoid, tanin, saponin, fenolik, terpenoid, dan antosianin, yang telah terbukti berpotensi antibakteri dan antibiofilm.
Methods: Studi eksperimental ini menggunakan uji pelat mikrotiter untuk mengukur penghambatan dan pemberantasan biofilm. Ekstrak Clitoria ternatea L disiapkan menggunakan etanol, etil asetat, dan n-heksana berdasarkan perbedaan polaritas. Proklin berfungsi sebagai kontrol positif, sedangkan media + bakteri berfungsi sebagai kontrol negatif. Pembacaan kerapatan optik diperoleh menggunakan pembaca pelat mikro. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi p < 0,05.
Hasil: Ekstrak tersebut tidak menunjukkan aktivitas signifikan dalam menghambat pembentukan biofilm. Namun, semua ekstrak menunjukkan efek destruktif yang signifikan pada biofilm yang sudah terbentuk (p < 0,05). Ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas destruktif tertinggi (43,76%), diikuti oleh n-heksana (37,13%) dan etanol (33,50%).
Kesimpulan: Clitoria ternatea L. memiliki sifat antibiofilm yang menjanjikan. Ekstrak etil asetat dari tumbuhan ini, yang menunjukkan potensi aplikasinya dalam mengelola infeksi karena aktivitasnya dalam penghancuran biofilm Staphylococcus aureus.
Katakunci: Clitoria ternatea L., Staphylococcus aureus, biofilm inhibition, biofilm destruction, ekstrak tanaman.
