Hubungan Kadar Vitamin D Dan Tingkat Stres Dengan Kerontokan Rambut Mahasiswa Kedokteran Universitas Islam Malang
Abstract
Pendahuluan: Kerontokan rambut merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang, seperti kecemasan. Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain stres, perubahan hormonal, genetik, dan faktor nutrisi. Salah satu faktor nutrisi yang berperan dalam kesehatan rambut adalah vitamin D. Defisiensi vitamin D masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Namun, hubungan antara kadar vitamin D, tingkat stres, dan kerontokan rambut masih belum banyak diteliti, terutama pada mahasiswa kedokteran dengan tingkat stres akademik serta perilaku sedentari yang tinggi sehingga berpotensi mengalami defisiensi vitamin D. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar vitamin D dan tingkat stres dengan kerontokan rambut pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA).
Metode: Penelitian dengan desain deskriptif analitik cross-sectional dilakukan pada 80 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA) yang dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan Kadar Vitamin D & Tingkat Stres. Kelompok Kadar Vitamin D terdiri atas Kadar Vitamin D Rendah (KDVR) <30ng/mL (n=9), Kadar Vitamin D Cukup (KDVC) 30-100ng/mL (n=43), dan Kadar Vitamin D Tinggi (KDVT) >100ng/mL (n=28). Sementara itu, berdasarkan Tingkat Stres dibagi menjadi kelompok Tingkat Stres Rendah (TSR) skor psq <0,33 (n=39), Tingkat Stres Sedang (TSS) skor psq 0,33-0,60 (n=33), dan Tingkat Stres Tinggi (TST) skor psq >0,60 (n=8). Kadar Vitamin D diukur dengan ELISA [25(OH)D], tingkat stres diukur dengan Perceived Stress Questionnaire (PSQ), dan kerontokan rambut diukur dengan Hair Pull Test. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square & Spearman Correlation dengan p<0,05 dianggap signifikan.
Hasil dan Pembahasan: Kerontokan rambut pada kelompok KDVR, KDVC, dan KDVT berturut-turut adalah 56%; 23%; 36% (p=0,134) dengan hasil uji korelasi Spearman r=-0,016; p=0,886. Kerontokan rambut pada kelompok TSR, TSS, dan TST berturut-turut adalah 21%; 33%; 75% (p=0,010) dengan hasil uji korelasi Spearman r=0,288; p=0,010. Hasil ini menunjukkan bahwa kerontokan rambut tidak berhubungan dengan kadar vitamin D dan diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor metabolik lain yang tidak dikontrol dalam penelitian ini. Sebaliknya, kerontokan rambut berhubungan dengan tingkat stres, yang diduga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut melalui peningkatan hormon kortisol.
Kesimpulan: Kadar vitamin D tidak berhubungan dengan kerontokan rambut, sedangkan tingkat stres berhubungan dengan kerontokan rambut pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang.
Kata Kunci: Vitamin D, Tingkat Stres, Kerontokan Rambut, Mahasiswa FK.
