Perbandingan Jumlah Dan Resistensi Antibiotik Bakteri Gram-Negatif Pada Air Limbah Pre-Ipal Dan Post-Ipal Rumah Sakit Tipe C Di Malang
Abstract
Pendahuluan: Resistensi antibiotik pada bakteri Gram-negatif merupakan ancaman global yang terus meningkat, termasuk terhadap antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga dan fluoroquinolone. Limbah cair rumah sakit berpotensi menjadi sumber penyebaran bakteri resisten, terutama apabila proses pengolahan IPAL belum mampu mengeliminasi mikroorganisme secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas IPAL rumah sakit tipe C dalam menurunkan jumlah bakteri Gram-negatif resisten antibiotik pada air limbah pre dan post IPAL.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium dengan pendekatan in vitro. Penelitian dilakukan dengan melakukan kultur bakteri yang berasal dari sampel air limbah pre dan post IPAL rumah sakit pada media McConkey tanpa antibiotik (MC), media McConkey + Ceftriaxon (MC-CE), dan media McConkey + Ciprofloxacin (MC-CI). Koloni bakteri kemudian dihitung menggunakan metode total plate count (TPC) dan diklasifikasikan menjadi menjadi kelompok lactose fermented (LF) dan non-lactose fermented (NLF). Identifikasi bakteri Gram-negatif dilakukan dengan pewarnaan Gram dan analisis data dilakukan secara deskriptif.
Hasil dan Pembahasan: Jumlah bakteri Gram-negatif pada sampel air limbah pre IPAL dan post IPAL menunjukkan pola yang bervariasi antar hari pengambilan sampel pada ketiga media kultur yang digunakan. Proses IPAL mampu menurunkan jumlah bakteri Gram-negatif dengan efektivitas eliminasi sebesar 90,28% pada media MC, 97,49% pada media MC-CE, dan 91,95% pada media MC-CE. Meskipun demikian, bakteri Gram-negatif resisten antibiotik ceftriaxon dan ciprofloxacin masih ditemukan pada sampel post IPAL, terutama pada kelompok bakteri non-lactose fermented (NLF) yang menunjukkan bahwa IPAL belum sepenuhnya optimal dalam mengeliminasi bakteri Gram-negatif yang terdapat pada air limbah rumah sakit.
Simpulan: Jumlah bakteri Gram-negatif dan bakteri Gram-negatif resisten ceftriaxon dan ciprofloxacin pada air limbah rumah sakit tipe C di Malang menunjukkan perbedaan antara kondisi pre IPAL dan post IPAL. Namun, sistem IPAL belum sepenuhnya efektif dalam mengeliminasi bakteri dan berpotensi menjadi sumber penyebaran resistensi antibiotik ke lingkungan.
Kata Kunci: Bakteri Gram-negatif; Limbah air rumah sakit; Resistensi antibiotik.
