Evaluasi Status Konservasi Terhadap Tangkapan Hiu & Pari Di Kios Ikan Nelayan (Kin) Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Sendangbiru, Kabupaten Malang
Abstract
Di perairan Indonesia, ikan hiu dan pari merupakan bagian penting dari ekosistem laut sekaligus sumber ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, kedua kelompok ini rentan terhadap overfishing dan kerusakan habitat akibat aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi jenis ikan hiu dan pari, mengetahui status konservasi berdasarkan IUCN, serta menilai kelayakan biologis dan pola kehadiran spesies tersebut. Penelitian yang dilakukan selama April hingga Juni 2025 di Kios Ikan Nelayan (KIN) Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Sendangbiru, Malang. Metode yang digunakan adalah observasi langsung terhadap morfologi ikan hasil tangkapan nelayan, didukung wawancara. Hasil penelitian mengidentifikasi 27 individu dari 4 spesies utama yang tergolong dari 3 ordo yakni Orectolobiformes, Squaliformes, dan Myliobatiformes. Spesies pertama adalah Chiloscyllium griseum, anggota famili Hemiscylliidae dari ordo Orectolobiformes. Dari empat spesies yang diamati, sebanyak 75% (3 spesies) yaitu Chiloscyllium griseum, Squalus montalbani, dan Squalus hemipinnis telah mencapai ukuran dewasa dan layak tangkap, sedangkan 25% (1 spesies) yaitu Neotrygon caeruleopunctata belum sepenuhnya layak tangkap karena beberapa individu masih di bawah ukuran dewasa. Berdasarkan IUCN terdapat 3 spesies yaitu, C. Griseum, S. montalbani dan S. hemipinnis termasuk kategori Vulnerable, dan 1 spesies yaitu N. caeruleopunctata termasuk kategori Least Concern.Mayoritas ikan yang tertangkap telah dewasa, tetapi masih ditemukan juvenil terutama pada pari, yang berpotensi mengancam regenerasi populasi.
Kata Kunci : Status, Kesadaran, Observasi,Hiu, Pari
