Etnobotani Tumbuhan Obat Di Pekarangan Rumah Masyarakat Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur
Abstract
Masyarakat di Kecamatan Tenggarong masih memanfaatkan tumbuhan obat yang tumbuh di pekarangan rumah sebagai bagian dari praktik pengobatan tradisional sehari-hari. Namun, belum banyak kajian etnobotani yang mendokumentasikan jenis, pemanfaatan, pengetahuan lokal serta distribusi terkait tumbuhan obat di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara pengolahan, cara pemanfaatan, serta distribusi tumbuhan obat di pekarangan rumah. Penelitian dilakukan di 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Baru dan Kelurahan Panji karena masyarakatnya masih mempraktekkan budidaya tumbuhan obat di pekarangan dan memanfaatkan tumbuhan tersebut sebagai pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta responden yang didapat secara purposive sampling. Data hasil identifikasi tumbuhan obat, jawaban responden, nilai guna dan distribusi jenis tumbuhan obat dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 29 Spesies yang terdiri dari 19 Famili, yaitu daun ungu, bawang merah, sirsak, seledri, pegagan, bandotan, binahong, cocor bebek, meniran, patikan kebo, telang, bawang tiwai, kelor, jambu biji, belimbing wuluh, sirih, sirih cina, serai, alang-alang, bidara, mengkudu, jeruk nipis, lemon, kencur, kunyit, temulawak, jahe, kunyit putih, dan lengkuas. Cara pengolahan ada 9, yaitu dihaluskan, direbus, ditumbuk, diiris, dikukus, diparut, diperas, direndam, dan diremas. Cara pemanfaatan ada 6, yaitu dibalur, ditempel, dikumur, diminum, dimandikan, dan digosok. Distribusi tumbuhan obat tertinggi (100%) ada sebanyak 22 spesies, dengan frekuensi distribusi spesies terbanyak adalah adalah jahe (Zingiber officinale) di Kelurahan Baru (33%) dan Kelurahan Panji (27%).
Kata kunci : Etnobotani, Tumbuhan obat, Pekarangan rumah, Tenggarong.
