Implementasi Kegiatan Keagamaan Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Religius Siswa Di Smp Negeri 5 Lawang Satu Atap
Abstract
Permasalahan degradasi moral remaja yang dipicu oleh pengaruh negatif media sosial dan minimnya pembinaan karakter di lingkungan sekolah mendorong pentingnya penguatan pendidikan karakter, khususnya karakter religius. Karakter religius menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi siswa yang beriman, bertakwa, dan berperilaku sesuai ajaran agama. Dalam konteks ini, SMP Negeri 5 Lawang Satu Atap melaksanakan serangkaian kegiatan keagamaan yang terstruktur sebagai strategi pembentukan karakter religius siswa.
Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil kegiatan keagamaan sebagai upaya pembentukan karakter religius siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana kegiatan keagamaan dapat berkontribusi dalam membentuk karakter religius, serta menggambarkan implementasi dan dampaknya di lingkungan sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi kegiatan keagamaan yang berlangsung di sekolah. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan keagamaan di SMP Negeri 5 Lawang Satu Atap dilakukan melalui pembentukan tim pelaksana, penyusunan jadwal kegiatan harian, mingguan, dan tahunan, serta strategi pembinaan karakter melalui keteladanan dan pembiasaan. Pelaksanaan kegiatan meliputi sholat Dhuha dan Dzuhur berjamaah, program BTQ, pembacaan Yasin dan tahlil dalam program Jum’at Manis, PHBI, dan pesantren kilat. Adapun hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya karakter religius siswa yang ditandai dengan peningkatan kedisiplinan ibadah, pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, dan tumbuhnya kepedulian sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang terintegrasi dalam budaya sekolah efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara holistik.
