Keanekaragaman Jenis Dan Sebaran Ikan Di Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Abstract
Waduk Selorejo merupakan waduk yang berperan penting dalam irigasi, pembangkit listrik, dan pariwisata. Namun, aktivitas antropogenik seperti limbah pertanian dan budidaya keramba jaring apung berpotensi menurunkan kualitas air dan mengganggu ekosistem perairan. Penelitian yang dilakukan pada bulan Februari ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis ikan, kondisi habitat, dan struktur komunitas ikan. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik purposive sampling di empat stasiun pengamatan (inlet, kawasan pariwisata, dan outlet) Waduk Selrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Hasil menunjukkan bahwa kualitas air termasuk dalam kategori eutrofik dengan suhu berkisar 25,3–29,2°C, pH 6,96–7,85, kecerahan 37,08–47,48 cm, dan oksigen terlarut 6,20–6,85 mg/L. Sebanyak 6 spesies ikan dari 4 ordo (Cichliformes, Cypriniformes, Siluriformes dan Anabatiformes) dan dari 4 famili (Cichlidae, Cyprinidae, Clariidae dan Channidae) berhasil diidentifikasi, secara keseluruhan paling banyak adalah individu ikan invasif seperti ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan mujaer (Oreochromis mossambicus) serta spesies lokal seperti ikan wader (Puntius bramoides ), Nilai H’ menunjukkan rata-rata sebesar 1,396 (rendah), keseragaman (E) bernilai 0,159 dan dominansi (C) sebesar 0,082 yang berarti tidak ada satu spesies yang mendominansi. Korelasi negatif ditemukan antara parameter pH dan suhu dengan keanekaragaman ikan. Hal ini mengindikasikan bahwa Waduk Selorejo mengalami tekanan ekologis akibat aktivitas antropogenik dan dominansi spesies invasif. Hasil Penelitian ini menunnjukkan bahwa perlu upaya pengendalian vegetasi eceng gondok dan pemantauan rutin kualitas air, terutama di area keramba jaring apung (KJA) dan kawasan pariwisata.
Kata Kunci: Ikan, Keanekaragaman, Waduk Selorejo, Spesies Invasif.
