Analisis In Silico Dan Histokimia Pada Daun Sirsak (Annona Muricata) Terhadap Reseptor Estrogen Alpha
Abstract
Sirsak (Annona muricata) merupakan tumbuhan yang telah digunakan secara ekstensif di berbagai negara sebagai tanaman obat yang diyakini dapat mengobati berbagai penyakit. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh wanita Indonesia dengan angka 18,6 % beresiko mortalitas tinggi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa daun sirsak memiliki kandungan senyawa aktif metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai herbal anti kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa aktif spesifik pada daun sirsak, interaksi senyawa spesifik terhadap reseptor estrogen alpha, dan kandungan metabolit sekunder di dalam daun sirsak sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker payudara melalui analisis senyawa aktif secara in silico dan analisis histokimia. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan in silico. Interaksi senyawa aktif dengan ERα sebagai target terapi kanker payudara melalui molecular docking menggunakan beberapa software pendukung yaitu KNApSAck, Pass Online, PubChem, PDB ID, PyRx, dan Discovery studio. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif kualitatif untuk histokimia. Sampel yang digunakan daun sirsak segar pada nodus ke-5. Analisis histokimia dilakukan dengan preparasi daun melalui sayatan bawah daun dan diberikan zat kimia pendeteksi metabolit sekunder yaitu AlCl3 10% dan etanol 85% untuk senyawa flavonoid, FeCl3 10% dan NaCO3 10% untuk fenol, FeCl3 10% untuk tanin, CuSO4 5% dan gliserin untuk terpenoid, dan reagen Wagner untuk deteksi alkaloid. Selanjutnya diberi minyak imersi dan diamati perubahan warna pada jaringan epidermis secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis in silico diperoleh 8 senyawa spesifik daun sirsak dan 1 senyawa reseptor (OHT600). Senyawa spesifik Cis-Solamin memiliki nilai binding affinity tertinggi sebesar -9,3 kcal/mol, sedangkan native ligand memiliki nilai binding affinity -7,6 kcal/mol. Senyawa Cis-Solamin memiliki ikatan asam amino yang terbentuk dengan 3ERT yakni Glutamin 532 (GLU523). Hasil analisis histokimia menunjukkan kandungan positif senyawa flavonoid (kuning kemerahan), fenol (hijau gelap), tanin (coklat tua), terpenoid (kuning kecoklatan), dan alkaloid (merah kecoklatan). Perubahan warna jaringan terjadi pada sel trikoma dan stomata.
Kata Kunci: daun sirsak, ERα, histokimia, In Silico, dan kanker payudara
