Pengaruh Beberapa Konsentrasi Thidiazuron Pada Media Murashige And Skoog (Ms) Terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Sp. Secara In Vitro
Abstract
Anggrek Dendrobium merupakan anggrek yang paling diminati oleh masyarakat karena anggrek relatif lebih tahan lama dan memiliki warna bunga yang bervariasi, sehingga anggrek memiliki potensi untuk dikembangkan. Anggrek membutuhkan ZPT (zat pengatur tumbuh) untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan. Kultur in vitro merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian tanaman seperti protoplasma, sekelompok sel, jaringan dan organ, serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik. Media Murashige and Skoog (MS) dicirikan dengan kandungan garam-garam anorganik yang tinggi. Media MS merupakan media yang sangat luas pemakaiannya karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap sehingga dapat digunakan untuk berbagai spesies tanaman. Penambahan TDZ pada media kultur telah terbukti berpengaruh terhadap multiplikasi tunas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media MS terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. dan bagaimana pengaruh TDZ dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Orchidologi dan Nursery Universitas Islam Malang selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan metode rancanangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu Media MS, TDZ 0,5 TDZ, 1,0 dan TDZ 1,5. Parameter yang diamati diantaranya muncul tunas (MST), jumlah tunas, tinggi tunas, muncul akar, muncul daun dan tinggi planlet. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh media tanam dengan konsentasi yang berbeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan anggrek Dendrobium sp. memiliki pertumbuhan tinggi terhdap jumlah akar baru, panjang akar dan tinggi planlet tetapi setelah diuji analisis statistika tidak menunjukkan beda nyata
Kata Kunci: TDZ, MS, Dendrobium sp., Pertumbuhan, Dendrobium
