Karakteristik Metabolit Sekunder Serta Penentuan Kadar Total Fenol Dan Flavonoid Pada Ekstrak Umbi Bit (Beta Vulgaris L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis
Abstract
Alkaloid, fenol, flavonoid, tanin dan saponin beberapa dari metabolit sekunder yang terdapat dalam umbi bit (Beta vulgaris L.) yang memberikan sifat terapeutiknya. Senyawa fenolik dan flavonoid yang terdapat dalam umbi bit memiliki antioksidan yang merupakan salah satu keunggulannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis senyawa metabolit sekunder pada ekstrak umbi bit serta menentukan kadar total fenol dan flavonoid dengan perbandingan jenis pelarut yang berbeda menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi metabolit sekunder menggunakan teknik skrinning fitokimia. Pada saat yang sama, analisis deskriptif kuantitatif menggunakan ANOVA yang digunakan untuk menilai kandungan total flavonoid dan fenol. Hasil penelitian menunjukan adanya metabolit sekunder termasuk alkaloid, fenol, flavonoid, tanin dan terpenoid yang terdapat dalam ekstrak etanol 70% dan metanol 70% umbi bit. Uji kandungan fenol total pada ekstrak umbi bit dengan etanol 70% buah bit menghasilkan nilai 8,83 mg GAE/g sedangkan pada ekstrak metanol 70% buah bit menghasilkan nilai 7,89 mg GAE/g. Uji kandungan flavonoid total menunjukan nilai 12,76 mg GAE/g pada ekstrak etanol 70% dan 14,62 mg GAE/g pada ekstrak metanol 70%. Mengingat variasi komposis ini, jelas bahwa pemilihan pelarut yang tepat sangan penting untuk mendapatkan hasil terbaik saat mengekstrak metabolit sekunder dari tanaman.
Kata Kunci : bit, metabolit sekunder, spektrofotometri UV-Vis, total fenol, total flavonoid
