Penyimpanan Suhu Rendah Pada Susu Kedelai (Glycine Max (L.)) Dari Pedagang Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus
Abstract
Susu kedelai adalah minuman serbaguna yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Selain itu susu kedelai juga kaya akan senyawa antioksidan, seperti genistein dan isoflavon yang dapat membantu mencegah penyakit seperti kanker dan memperlambat penuaan. Susu kedelai merupakan minuman bergizi tinggi yang mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen, salah satunya Staphylococcus aureus. Bakteri ini hidup optimal pada suhu 7-46oC, banyak produk susu kedelai disimpan dalam almari es dengan suhu 5-10oC. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Staphylococcus aureus menggunakan metode TPC dan menganalisis pengaruh suhu penyimpanan pada susu kedelai. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan teknik analisis perhitungan jumlah koloni menggunakan media Baird Parker Agar serta dilakukan konfirmasi melalui uji biokimia. Hasil menunjukkan 66,7% sampel positif mengandung Staphylococcus aureus dengan jumlah cemaran bervariasi antara 1,3 x 108 hingga 3,2 x 106 cfu/ml. Nilai tersebut melampaui batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yang telah ditetapkan dalam SNI 7388:2009. Dapat disimpulkan bahwa susu kedelai yang dijual di pasar tradisional Kota Malang masih beresiko terhadap kontaminasi Staphylococcus aureus, sehingga diperlukan peningkatan sanitasi dan pengawasan higiene dalam proses produksi hingga distribusi.
Kata kunci: Staphylococcus aureus, keamanan pangan, kontaminasi bakteri, TPC, suhu
