Identifikasi Dan Analisis Senyawa Kimia Ekstrak Daun Murbei (Morus Alba) Dengan Metode Spektrofotometer
Abstract
Daun murbei (Morus alba) adalah tanaman yang potensinya telah banyak diteliti karena mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid dan fenol yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Daun murbei dipilih sebagai objek penelitian karena tanaman ini kaya akan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, polifenol, dan terpenoid, sehingga dapat dimanfaatkan dalam bidang farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa kimia dalam ekstrak daun murbei menggunakan spektrofotometri, menentukan secara kuantitatif kandungan flavonoid total dalam ekstrak daun murbei menggunakan spektrofotometri UV-VIS dengan quercetin sebagai standar. Daun murbei memiliki karakteristik bahan baku yang memenuhi standar dengan kadar air 4,415% dan kadar abu 0,1%. Proses ekstraksi menggunakan etanol 96% menghasilkan rendemen 29,086%, menunjukkan efisiensi tinggi dalam mengekstrak senyawa bioaktif. Analisis UV-VIS menunjukkan dua puncak serapan pada 310 nm dan 330 nm, khas flavonoid. Sementara, itu analisis FT-IR menunjukkan adanya gugus N–H pada panjang gelombang 3377,27 dan 1220,84 cm⁻¹ menandakan keberadaan alkaloid, gugus C–H dan C=C pada 3010,73; 1633,01; 917,05; 717,38; dan 674,60 cm⁻¹ mengindikasikan flavonoid, puncak serapan gugus 2973,23; 2853,85; 1460,44; dan 1376,29 cm⁻¹ menunjukkan adanya gugus C–H alkana khas steroid. Uji skrining fitokimia memberikan hasil positif terhadap flavonoid, alkaloid, tanin, dan steroid, serta negatif pada saponin dan terpenoid. Kandungan total flavonoid yang diukur menggunakan quercetin sebagai standar menunjukkan nilai 50,06 mg/g (1000 ppm) dan 52,87 mg/g (500 ppm). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun murbei mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan sifat farmakologis potensial, terutama flavonoid yang mungkin bermanfaat untuk aplikasi medis.
Kata Kunci: daun murbei, fitokimia, Morus alba, quercetin, spektrofotometri UV-VIS, total
flavonoid
