Inovasi Antibakteri Nanopartikel Besi Ekstrak Kulit Buah Delima Putih (Punica Granatum L.) Secara In Vitro
Abstract
Nanopartikel besi (Fe-NPs) dibuat dari ekstrak kulit delima yang diekstrak dengan pelarut etanol. Fe-NPs yang terbentuk diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen (S. aureus dan E. coli) dengan metode difusi sumuran. Morfologi, struktur, ukuran, dan penyebaran atom di permukaan Fe-NP dianalisis menggunakan SEM-EDS, UV-Vis dan spektroskopi FTIR. Kondisi pH (5, 7, dan 9) dipilih sebagai faktor eksperimental untuk preparasi Fe-NPs. Hasil yang diperoleh sebagian besar berbentuk bulat tidak beraturan dengan ukuran partikel yang ditemukan dalam rentang 1-89 nm, dan ukuran partikel terkecil diperoleh dari pH 9. Spektra UV-Vis mengkonfirmasi bahwa pembentukan Fe-NPs muncul di daerah UV sekitar 230-295 nm. Spektra FTIR menunjukkan adanya senyawa polifenol dari ekstrak kulit delima, yang mengurangi agregasi Fe-NPs dan bertindak sebagai bioreduktor. Ketika Fe(III) tereduksi menjadi Fe(0), oksidasi O-H, dan C-O terjadi. Adapun diameter dari zona hambat yang ditemukan pada pH 5 sebesar 16 mm, pada pH 7 sebesar 13 mm, dan pada pH 9 sebesar 15 mm, maka dapat dikategorikan sebagai kategori zona hambat kuat.
Kata Kunci: antibakteri, difusi sumuran, ekstrak kulit delima putih, in vitro, nanopartikel besi
