Analisis Kandungan Logam Berat Pb Dan Cu Pada Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus) Di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur Menggunakan Metode Aas (Atomic Absorption Spectrophotometer)
Abstract
Logam berat masuk ke dalam tubuh organisme laut melalui rantai makanan hingga masuk ke dalam tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan logam berat Pb dan Cu pada tubuh ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) yang di perjualbelikan di pasar Karangploso Kabupaten Malang Jawa Timur dan untuk membedakan kandungan logam berat pada insang, lambung, dan daging ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif, yang dilakukan dengan cara pengujian di laboratorium menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Analisis data hasil pemeriksaan logam berat pada ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) secara deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Analisis data menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya kandungan logam berat timbal pada insang, lambung dan daging ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) dengan kisaran rerata 0,10 mg/kg hingga 0,13 mg/kg, sedangkan untuk logam berat tembaga dengan nilai kisaran 0,11 mg/kg hingga 0,16 mg/kg. Nilai kandungan logam berat timbal dan tembaga yang terkandung dalam insang, lambung dan daging ikan Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) masih di bawah batas baku mutu yaitu 0,20 mg/kg, menurut Peraturan badan pengawasan obat dan makanan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan olahan dengan kategori pangan ikan dan produk ikan.
Kata kunci: AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer), Ikan Kakap Merah (Lutjanus Malabaricus), Logam Berat Pb dan Cu,
