Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) Pada Kerang Lentera (Lingula Unguis) Di Pasar Lekok Desa Tambak Lekok Pasuruan Jawa Timur
Abstract
Pencemaran logam berat yang ada di perairan laut dapat masuk ke dalam rantai makanan dan berdampak negatif terhadap kehidupan organisme akuatik. Salah satu organisme yang rentan terpapar adalah kerang lentera (Lingula unguis), yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Mengingat risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd), penting untuk menguji kandungan logam berat pada kerang yang dijual di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan mengetahui jumlah kadar logam berat Pb dan Cd pada tubuh kerang lentera. Sampel kerang lentera terdistribusi menjadi tiga ukuran yaitu kecil berkisar ±5 cm, ukuran sedang berkisar ±7 cm dan ukuran besar berkisar ±9 cm. Analisis kandungan Pb dan Cd dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) setelah proses destruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan kandungan logam berat Pb berkisar antara 5,11 ppm hingga 9,26 ppm pada kerang dengan ukuran besar berkisar ±9 cm sedangkan pada kerang lentera berukuran kecil dan sedang tidak di temukan adanya kandungan logam berat Pb. Sedangkan logam berat Cd juga tidak terdeteksi pada setiap ukuran kerang. Dibandingkan dengan batas maksimum cemaran logam berat menurut standar nasional atau internasional yang berlaku, sampel kerang lentera menunjukkan konsentrasi Pb melebihi ambang batas aman untuk dikonsumsi. Hasil ini menunjukkan bahwa kerang lentera di pasar di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan mengandung logam berat Pb diatas ambang batas aman untuk dikonsumsi dan sebaiknya hindari kerang lentera ukuran besar untuk dikonsumsi.
Kata Kunci: Atomic Absorption Spectrcopy (AAS), Kadmium (Cd), Kerang Lentera (Lingula unguis), Logam berat, Timbal (Pb)
