Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Sikap Toleransi Beragama Siswa Di Sma Negeri 2 Sebulu
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana interaksi sosial siswa di SMA Negeri 2 Sebulu, (2) bagaimana sikap toleransi beragama siswa di SMA Negeri 2 Sebulu, dan (3) apakah terdapat pengaruh antara interaksi sosial terhadap sikap toleransi beragama. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya sikap saling menghargai dalam lingkungan pendidikan yang multikultural, di mana interaksi sosial diyakini memiliki peran penting dalam membentuk sikap toleransi antar siswa dari latar belakang agama yang berbeda.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 76 siswa yang dipilih secara acak dari total populasi 768 siswa. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert, yang mengukur dua variabel: interaksi sosial sebagai variabel bebas (X), dan sikap toleransi beragama sebagai variabel terikat (Y). Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana menggunakan bantuan SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial siswa berada pada kategori tinggi. Siswa menunjukkan kemampuan menjalin kerja sama, akomodasi, dan asimilasi secara positif dengan teman yang berbeda latar belakang. Sikap toleransi beragama siswa juga tergolong baik, ditandai dengan kebebasan beragama dan penghormatan dan eksistensi agama lain dalam kehidupan sekolah. Selain itu, terdapat pengaruh yang signifikan antara interaksi sosial dan sikap toleransi beragama, dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,334. Artinya, interaksi sosial memberikan kontribusi sebesar 33,4% terhadap pembentukan sikap toleransi beragama siswa.
