Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pai Di Sman 4 Malang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 4 Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan bentuk nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas X, yaitu kelas X Kreatif sebagai kelas eksperimen dan X Bernalar Kritis sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 38 siswa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berupa prettest dan posttest.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji prasyarat statistik seperti uji normalitas, linearitas, dan homogenitas. Hasil menunjukkan bahwa seluruh data memenuhi kriteria prasyarat, yaitu berdistribusi normal, linear, dan homogen. Analisis deskriptif memperlihatkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat secara signifikan dari 63,29 menjadi 86,45, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 52,24 menjadi 72,89. Hal ini menunjukkan bahwa model Jigsaw lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Selanjutnya, hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 pada kedua kelas, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Namun, peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dengan selisih 23,16 poin, dibandingkan kelas kontrol sebesar 20,65 poin. Hasil ini diperkuat dengan analisis regresi linear sederhana yang menghasilkan nilai R Square sebesar 0,433, menunjukkan bahwa 43,3% variasi dalam hasil belajar dipengaruhi oleh perlakuan model pembelajaran Jigsaw.
Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memberikan pengaruh yang signifikan dan positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI. Selain berdampak pada hasil kognitif, penerapan model ini juga membentuk keterampilan sosial siswa seperti kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab dalam pembelajaran kelompok. Model ini sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh guru PAI di tingkat SMA guna menciptakan suasana belajar yang aktif dan kolaboratif.
