Implementasi Pembinaan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Membentuk Sikap Spiritual Siswa Di MTs Negeri 9 Jombang
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi karena masih banyak perserta didik yang sering lalai dalam melaksanakan kewajibannya kepada Allah SWT terutama dalam hal ibadah seperti sholat berjam’ah dan minat baca Al-Qur’an yang masih rendah, sehingga mengakibatkan peserta didik melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama islam. Dalam hal ini, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dapat membantu peserta didik meningkatkan sikap spiritual siswa dan memperoleh pengalaman dan pemahaman tentang keagamaan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan kegiatan pembinaan ekstrakurikuler keagamaan di MTs Negeri 9 Jombang dalam membentuk sikap spiritual siswa. (2) mendeskripsikan dan menganalisis proses pelaksanaan kegiatan pembinaan ekstrakurikuler keagamaan di MTs Negeri 9 Jombang dalam membentuk sikap spiritual siswa. (3) mendeskripsikan dan menganalisis hasil pembinaan ekstrakurikuler keagamaan dalam membentuk sikap spiritual siswa di MTs Negeri 9 Jombang.
Untuk mencapai penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan metodologi dengan pendekatan kualitatif dengan jenis pelitian studi kasus. Yaitu penelitian yang berusaha dapat menggambarkan, mengimplementasikan, dan mendeskripsikan kegiatan langsung saat dilokasi tersebut. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan konsep Miles dan Huberman pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan data. Kemudian untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu.
Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa, (1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam membentuk sikap spiritual siswa di MTs Negeri 9 Jombang ini ditentukan secara sistematis dan terstruktur diantaranya yaitu menentukan sasaran dan tujuan, pemetaan kebutuhan dan minat bakat siswa, dan penyusunan agenda dan jadwal kegiatan. (2) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilakukan diluar jam pelajaran di sekolah, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dilakukan secara rutin dan terjadwal, Adapun bentuk kegiatan ekstrakurikuler keagamaan seperti: banjari dan MTQ. Materi yang disampaikan dalam pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan adalah materi yang sudah sesuai dengan program yang sudah dibuat oleh pembina serta guru-guru yang mempunyai latar belakang agama yang bagus. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler adalah metode ceramah, diskusi, dan penugasan. (3) hasil pembinaan ekstrakurikuler keagamaan memberikan dampak yang signifikan terhadap pembentukan sikap spiritual, hasil pembinaan ini dapat dari beberapa aspek diantaranya peningkatan kedisiplinan dalam ibadah, tumbuhnya sikap spiritual dan rasa syukur, percaya diri dan tanggung jawab dalam beragama.
