Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Di Mts Wahid Hasyim 01 Dau Malang
Abstract
nternalisasi nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan pendidikan menjadi strategi penting dalam membentuk karakter siswa yang toleran, adil, dan menghargai perbedaan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam menginternalisasikan nilai-nilai keislaman yang moderat melalui proses pendidikan yang terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh MTs Wahid Hasyim 01 Dau Malang dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan Konseling, dan ketua OSIS. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta validasi dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di MTs Wahid Hasyim 01 Dau Malang dilaksanakan melalui pengintegrasian nilai-nilai seperti tawasuth, i’tidal, tasamuh, dan islah dalam proses pembelajaran, keteladanan guru, kegiatan keagamaan harian, serta kegiatan organisasi siswa. Keberhasilan strategi ini didukung oleh komitmen kelembagaan, budaya madrasah yang terbuka, dan peran aktif guru serta siswa. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang pemahaman siswa dan terbatasnya pelatihan guru dalam moderasi beragama.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi yang diterapkan madrasah efektif dalam membentuk karakter keagamaan siswa yang inklusif dan moderat. Penulis merekomendasikan pentingnya penguatan pelatihan guru secara berkelanjutan serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mendukung keberlangsungan nilai-nilai moderasi beragama.
