Implementasi Budaya Religius Dalam Pembentukan Karakter Islami Mahasiswa Di Universitas Merdeka Malang
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pembentukan karakter Islami di kalangan mahasiswa sebagai respons atas krisis moral dan degradasi religiusitas di era modern. Perguruan tinggi umum, seperti Universitas Merdeka Malang, memiliki tantangan tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai spiritual karena bukan berbasis pesantren. Oleh karena itu, implementasi budaya religius menjadi salah satu strategi penting untuk membentuk pribadi mahasiswa yang beriman, berakhlak, dan berintegritas dalam lingkungan akademik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan lokasi di Universitas Merdeka Malang. Subjek penelitian terdiri dari dosen pembina kegiatan keagamaan, staf kemahasiswaan, dan mahasiswa aktif yang terlibat dalam program religius. Teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi kegiatan kampus. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius diimplementasikan secara konsisten melalui kegiatan seperti Subuh Berkah, Duha Berkah, Kuliah Jumat, Asar Berkah, serta pembinaan mental (Bintal) bulanan. Kegiatan ini berdampak pada pembentukan karakter Islami mahasiswa dalam tiga tahapan: moral knowing, moral loving, dan moral doing. Meski menghadapi kendala seperti kurangnya sosialisasi kegiatan dan metode penyampaian yang monoton, pelaksanaan budaya religius tetap berjalan dengan dukungan kebijakan kampus dan keteladanan para dosen.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pendidikan karakter Islami berbasis budaya kampus. Selain itu, hasilnya dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan tinggi non-keagamaan dalam membentuk karakter religius mahasiswa secara integratif dan berkelanjutan.
