Pengembangan Media Pembelajaran Kahoot Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Smk Yp 17 Selorejo
Abstract
Transformasi digital dalam pendidikan di Indonesia telah membawa perubahan signifikan pada metode dan media pembelajaran, termasuk di tingkat SMK, yang menuntut guru dan siswa untuk beradaptasi dengan teknologi guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah menurunnya minat dan kemampuan berpikir kritis siswa akibat metode pembelajaran yang monoton, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis digital, seperti aplikasi Kahoot, dinilai mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan yang lebih menarik dan dua arah. Studi pendahuluan di SMK YP 17 Selorejo menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran agar siswa lebih aktif dan mampu menganalisis materi secara kritis, sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk lulusan yang kompeten dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengeksplorasi efektivitas media pembelajaran berbasis Kahoot dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dengan harapan dapat memberikan solusi atas kendala pembelajaran konvensional serta memperkuat temuan penelitian sebelumnya mengenai dampak positif media interaktif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis.
Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis platform Kahoot untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMK YP 17 Selorejo, dengan tujuan utama mengetahui tingkat kelayakan, kemenarikan, dan efektivitas penggunaan media tersebut berdasarkan hasil validasi dari ahli materi dan ahli media pembelajaran, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI melalui inovasi digital interaktif.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Pengembangan dengan Prosedur pengembangan mengikuti model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), di mana setiap tahap meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan produk, implementasi di kelas, serta evaluasi formatif dan sumatif untuk memperbaiki media. Penelitian dilakukan selama satu bulan pada semester genap 2024/2025 di kelas XI TKJ, dengan objek penelitian berupa media pembelajaran Kahoot pada materi Akidah Akhlak terkait perkelahian, minuman keras, dan narkoba. Data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif di peroleh melalui wawancara,
dokumentasi serta berupa komentar, dan saran dari validator ahli media, materi, dan peserta didik perorangan yang digunakan untuk merevisi produk yang dihasilkan berupa Media Pembelajaran Berbasis platform belajar Kahoot. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari pengisian angket uji coba perorangan dan subjek uji coba pemakaian, yaitu pengisian angket oleh validator media, dan validator materi. Data di tersebut untuk memastikan kelayakan, kemenarikan, serta efektivitas media pembelajaran yang dikembangkan.
Penelitian pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Kahoot di SMK YP 17 Selorejo menyimpulkan bahwa media ini layak, menarik, dan efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kelayakan media dibuktikan melalui validasi ahli media (82%) dan ahli materi (91%), sementara tingkat kemenarikan mencapai 81% berdasarkan respon siswa kelas XI TKJ. Efektivitas media terlihat dari peningkatan signifikan nilai rata-rata pre-test (1,285) ke post-test (2,401) pada materi Akidah Akhlak terkait perkelahian antarpelajar, minuman keras, dan narkoba (TP 5.1), yang diperkuat oleh uji paired sample test. Dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 pada uji Wilcoxon. Hasil ini menegaskan bahwa media Kahoot dapat menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran PAI untuk mendorong analisis kritis siswa secara interaktif.
