Peran Guru Fiqih Dalam Meningkatkan Ketrampilan Praktik Thaharah Pada Siswa Kelas Vii Mts Negeri 02 Malang
Abstract
Thaharah merupakan pondasi penting dalam pelaksanaan ibadah dalam agama Islam. Dalam konteks ini, guru fiqih memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman siswa tentang praktik thaharah, terutama di jenjang MTs. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan dalam praktik keagamaan sehari-hari. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian mengenai bagaimana guru fiqih menjalankan perannya dalam meningkatkan keterampilan praktik thaharah siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di MTs Negeri 02 Malang. Penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai strategi guru fiqih, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman siswa terhadap praktik thaharah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru fiqih memiliki peran aktif sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator dalam pembelajaran praktik thaharah. Guru menjelaskan materi secara teoritis dan dilanjutkan dengan praktik langsung, seperti praktik wudhu, mandi jinabah, dan penyucian najis. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu siswa memahami dan mengamalkan thaharah sesuai tuntunan syariat.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa guru fiqih di MTs Negeri 02 Malang memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan keterampilan praktik thaharah siswa kelas VII. Peran tersebut dijalankan melalui strategi pembelajaran yang aplikatif dan pembimbingan langsung. Peneliti menyarankan agar guru fiqih terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif dan mendekatkan siswa pada praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
